PTPN XI Diharapkan Bangun Pabrik Gula di Bali

Oleh: Feri Kristianto 09 Juli 2018 | 07:45 WIB
PTPN XI Diharapkan Bangun Pabrik Gula di Bali
Gubernur Bali Made Mangku Pastika (bertopi tengah) saat meresmikan penanaman tebu di Gerokgak.

Bisnis.com, DENPASAR — PTPN XI diharapkan mendirikan pabrik gula di Bali apabila program pengembangan tanaman tebu seluas 1.200 Ha di lima desa di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng berjalan sukses.

Pada saat ini Bali belum memiliki pabrik tebu, sehingga jika tebu produksi di Gerokgak panen akan dibawa ke pabrik gula Asembagoes, Situbondo, Jawa Timur.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap, jika nantinya kebun tebu sudah luas serta hasilnya cukup banyak dan bagus, dia berharap agar di Bali nantinya dibangun pabrik gula juga agar produksinya bisa lebih cepat.

“Jika nanti perkebunannya cukup luas dan hasilnya bagus serta banyak, saya berharap agar nantinya ada pabrik gula juga di Bali,” ujar Pastika, Sabtu (7/7/2018).

PTPN XI telah menjalin perjanjian kemitraan penggilingan tebu rakyat dengan petani tebu Koperasi Tani Agro Tani Mandiri, Kabupaten Buleleng. PTPN XI menargetkan dapat membudidayakan tebu seluas 1.200 hektare yang tersebar di Desa Pejajarakan, Goris, Pemuteran, Penyabangan, Musi, Sanggalangit, Tukad Sumaga, Sumberkima dan Sumberkelampok.

Hasil panen petani setempat akan diserap oleh BUMN ini sekaligus memberikan bimbingan teknis. Penanaman tebu secara simbolis sudah dilakukan di lahan Kelompok Sumber Tani Utama seluas 7 Ha dengan jumlah anggota 42 orang, di Desa Sumberkima.

Pastika menilai pemilihan tanaman tebu sebagai salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomis diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan peningkatan pendapatan petani. Lebih lanjut ditekankan bahwa selama ini petani lahan kering di kecamatan Gerokgak hanya dapat mengusahakan lahannya dengan menanam palawija sekali dalam setahun saat musim hujan. Namun, dengan adanya pengembangan tanaman tebu, maka sebagian lahannya dapat ditanami sepanjang tahun.

“Adanya pengembangan tebu ini juga diharapkan dapat menghasilkan limbah untuk menunjang ketersediaan pakan ternak khususnya sapi yang populasinya cukup banyak di Buleleng khususnya di Kecamatan Gerokgak,” harapnya.

Hanya saja pihaknya mengharapkan agar nantinya tidak ada masalah jika tebu yang ditanam di Gerokgak sudah siap dipanen.

Menurutnya, dari pengalaman terdahulu, masyarakat di Gerokgak pernah diminta untuk menanam pohon jarak, tetapi sudah siap panen, justru tidak ada yang membeli sehingga para petani rugi dan kecewa. Untuk itu, Pastika menekankan agar semua berjalan baik sehingga tidak terjadi permasalahan serupa.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya