Manfaat Padat Karya Tunai Menurut Kepala Subak Desa Singakerta Bali

Oleh: Asteria Desi Kartika Sari 07 Juli 2018 | 11:47 WIB
Subak di Bali/kemdikbud

Bisnis.com, GIANYAR - Hiruk-pikuk Program Padat Karya Tunai (PKT) tampak terlihat di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Seperti di dua desa yaitu Singakerta dan Sayan yang dikunjungi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo.

Sekarang ini pemerintah memang mendorong dan pelaksanaan PKT di daerah-daerah. Program yang bertujuan menyerap tenaga kerja di desa-desa tersebut, diklaim masyarakat bermanfaat mengurangi pengangguran di desa-desa.

Di Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Salah satu program PKT dilaksanakan untuk pembuatan saluran irigasi subak delod desa yang bersumber dari dana desa sebesar Rp78,3 juta. Pengerjaannya menyerap tenaga kerja sebanyak 22 orang, dengan upah untuk tukang sebesar Rp100.000 dan buruh Rp80.000, dan dilakukan secara swakelola dengan waktu pengerjaan 90 hari.

Kepala Subak Desa Singakerta, Gusti Ngurah Gede merasakan langsung manfaatnya program PKT dari dana desa.

"Dengan adanya UU Desa, pemerintah beri bantuan yang bermanfaat untuk masyarakat kecil dan dampaknya terasa oleh kami anggota Subak," ujarnya saat di temui di Desa Singakerta dikutip Sabtu (7/7/2018).

Subak untuk 86 KK dengan luas lahan 45 hektare ini, menghasilkan produksi 50 kg gabah/are. Subak ini terletak di samping jurang sehingga airnya tidak mengalir.

"Subak kami dari segi wilayah terlalu luas, karena paling hilir dari 16 subak yang ada, dengan pembuatan irigasi ini diharapkan akan mempermudah aliran air," ujarnya.

Tak hanya Desa Singakerta, di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar pun merasakan hal yang sama. Seperti yang dikatakan I Dewa Gede Agung, Kepala Desa Sayan, dana desa bermanfaat bagi tingkat perkembangan di desa.

"Tahun ini dialokasikan 289 juta untuk jalan lingkungan dengan paving , dengan panjang jalan 1446 m. Jalan ini membuka akses masuk ke areal pendidikan (SD, TK), puskesmas, sarana olahraga, jalur pertanian dan pariwisata di tengah sawah."

Pengerjaan dilakukan selama 60 hari dengan menyerap tenaga kerja sekitar 36 orang dengan upah tukang Rp.120.000 dan buruh Rp90.000.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya