Jaringan Ritel Hardys Kembali Beroperasi, Gandeng 100 UMKM

Oleh: Feri Kristianto 05 Juli 2018 | 13:36 WIB
Jaringan Ritel Hardys Kembali Beroperasi, Gandeng 100 UMKM
Komisaris PT Arda Sedana Putu Suadnyana (empat dari kanan) menjelaskan pembukaan Hardys Retailindo di Denpasar./Bisnis-Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR — Jaringan ritel lokal merek Hardys Retailindo kembali beroperasi setelah sebelumnya sempat ditutup paska induk perusahaanya dinyatakan pailit oleh pengadilan.

Komisaris PT Arda Sedana Putu Suadnyana selaku baru Hardys Retailindo menyatakan pihaknya baru membuka tiga outlet Hardys di Singaraja, Tabanan dan Denpasar. Menurutnya, konsep ritel Hardys dibuat baru, yakni mengusung pola kemitraan dengan sekitar 100 UMKM dari seluruh Bali.

“Sekarang konsepnya kemitraan untuk mendukung Hardys di seluruh outlet, jadi kami hanya fokus di manajemen ritel,” papar Suadnyana saat meresmikan Hardys Gatot Subroto, Kamis (5/7/2018).

Arta Sedana menggandeng sekitar 100 pelaku UMKM berbagai produk dari seluruh Bali untuk mendukung operasional Hardys Retailindo. Untuk tahap awal, Hardys hanya akan membuka outlet departement store di tiga outletnya.

Dia mengatakan konsep kemitraan dipilih karena karena akan memberikan keuntungan bagi manajemen dan pelaku usaha. Bagi manajemen, modal dana yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan dengan mengusung konsep murni ritel. Selain itu, konsep ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mendapatkan pembayaran setiap hari.

“Sehingga UMKM merasa nyaman dengan pembayaran kami. Jadi itu yang mungkin kami lakukan di Hardys baru ini. Kami tidak lakukan perubahan terhadap strategi lama tetapi edukasi terhadap UMKM yang hampir sama dengan ritel modern,” jelasnya.

Suadnyana optimistis ke depannya, merek yang sempat menjadi salah satu ritel terbesar di Bali ini akan eksis. Dia mengatakan pembukaan Hardys di dua titik awal yakni Tabanan dan Singaraja mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Di Hardys Tabanan, realisasi penjualan pada hari pertama mencapai 250% dari target, dan dikunjungi sebanyak 9.000 orang dalam satu hari.

Fakta tersebut membuktikan bahwa industri ritel di Bali masih memiliki potensi besar. Menurutnya, jaringan ritel ini sudah memiliki basis pelanggan yakni masyarakat kelas menengah ke bawah. Hardys juga sudah memiliki sebanyak 600.000 pelanggan tetap dimana 250.000 pelanggan terdaftar tersebut masih aktif.

Hardys Retailindo merupakan salah satu jaringan ritel lokal besar di Pulau Bali. Jaringan ritel ini sebelumnya dimiliki oleh Hardys Group, tetapi kemudian diambil alih Bank Muamalat. Pada tahun lalu, sebanyak 10 jaringan ritel Hardys dibeli oleh PT Arda Sedana Retailindo setelah sebelumnya menyingkirkan 5 investor nasional.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya