Impor Produk Kosmetik di Bali Melonjak 2.000%

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 05 Juli 2018 | 13:15 WIB
Ilustrasi kosmetik

Bisnis.com, DENPASAR – Impor produk minyak atsiri, kosmetik, dan wewangian di Bali mengalami peningkatan hingga 2.284% pada Mei 2018 dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena terpengaruh kebijakan relaksasi impor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor produk minyak atsiri, kosmetik, dan wangi-wangian di Bali pada Mei 2018 sebesar US$3,77 juta. Nilai ini jauh lebih tinggi dari realisasi April 2018 yang sebesar US$2,32 juta atau meningkat 62,37% secara month-to-month (mtm).

Sejak awal 2018, impor produk ini memang selalu mengalami peningkatan dan mencapai puncak pada Mei 2018. Kebijakan relaksasi impor yang memungkinkan produk yang tercakup dalam kelompok komoditas ini tidak termasuk dalam sektor wajib verifikasi di pelabuhan, diduga menyebabkan mudahnya proses masuk ke suatu wilayah.

Ekspor produk minyak atsiri, kosmetik, dan wangi-wangian terbesar ke Bali datang dari Hong Kong, dengan nilasi US$3,35 juta.

Plt Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra mengatakan penjualan kosmetik maupun wangi-wangian di toko eceran Bali masih didominasi produk dalam negeri. Pengusaha ritel di Bali lebih memilih menjual produk kosmetik maupun wangi-wangian dari dalam negeri lantaran sudah tergistrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menurutnya, lebih aman menjual produk yang sudah teregistrasi. Kemungkinan produk kosmetik maupun wangi-wangian yang diimpor didatangkan dari transaksi jual beli online.

"Sepertinya kosmetik impor lebih banyak dijual di online daripada toko ritel seperti kami, tidak terlalu banyak [yang dijual di ritel]," ujar Agung, Kamis (5/7/2018).

Di sisi lain, ekspor produk komoditas yang sama dari Bali juga sebenarnya terhitung tinggi. Pada Mei 2018, ekspor produk ini meningkat 614% dengan nilai US$372.167.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya