Ekspor Anyam-Anyaman Bali Meningkat 120,2% pada Mei

Oleh: Feri Kristianto 03 Juli 2018 | 14:36 WIB
Ekspor Anyam-Anyaman Bali Meningkat 120,2% pada Mei
Mawarianti, perajin anyaman dari bahan keta./Bisnis-Eka Chandra Septarini

Bisnis.com, DENPASAR — Nilai ekspor jerami atau banyak anyam-anyaman dari Bali pada Mei mengalami peningkatan hingga 120,2% atau senilai US$1,35 juta dari periode sama tahun lalu senilai US$615.990.

Peningkatan tersebut tercatat yang tertinggi dibandingkan komoditas lain yang diekspor dari Pulau Dewata pada Mei. Kabid Statistik Distribusi BPS Bali Nyoman Gede Subadri mengungkapkan komoditas yang diekspor tersebut merupakan jenis untuk bahan kerajinan dari anyam-anyaman.

“Kami sudah teliti dan sepertinya bukan jerami tetapi bahan untuk produk kerajinan dari anyam-anyaman termasuk bisa saja bahan untuk pembuatan alas makanan itu,” tuturnya, Selasa (3/7/2018).

Meskipun mengalami lonjakan drastis, kontribusi jerami dan bahan anyam-anyaman hanya sekitar 2,73% dari total nilai ekspor Bali pada Mei. Subadri menuturkan kenaikan tersebut merupakan kabar baik karena menunjukan beragamnya kerajinan dari daerah ini.

Ekspor bahan anyam-anyaman terbanyak adalah negara Amerika Serikat sebesar 17,01% disusul Prancis 16,92% dari total nilai ekspor. Sementara itu, total nilai ekspor komoditas dari Bali pada Mei tercatat mencapai US$49,63 juta. Angka ini mengalami mengalami penurunan sebesar 2,37% dari kondisi bulan Mei 2017 (y-on-y) yang tercatat US$50,84 juta.

Persentase penurunan ekspor tertinggi yaitu tujuan China sebesar minus 26,87% yang didominasi oleh produk perhiasan/permata (62,49%). Selain China, penurunan ekspor juga ditunjukan oleh tujuan Jerman turun 23,46%, Australia 18,15%, Jepang 13,73%, dan Perancis 6,16%. Adapun produk ekspor yang mengalami pertumbuhan minus adalah permata dan perhiasan, ikan dan udang, pakaian jadi bukan rajutan, perabot penerangan rumah.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya