Tiga dari Empat Penderta HIV AIDS di Bali Kelompok Usia Produktif

Oleh: Feri Kristianto 01 Juli 2018 | 15:38 WIB

Bisnis.com, DENPASAR—Sekitar 75% penderita HIV AIDS  di Bali berusia usia 15-39 tahun yang merupakan kelompok usia yang masih produktif. 

Pengelola program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)  Bali Yahya Anshori menyampaikan berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Bali sejak 1987 hingga Mei 2018, di Bali ada sekitar 18.000 lebih kasus HIV/AIDS yang tersebar di 9 kabupaten/kota se-Bali

Data tersebut mengungkap  bahwa kasus HIV/AIDS terbanyak ditemukan  di Kota Denpasar sebesar 37,8% menyusul Kabupaten Badung 16,2% dan Kabupaten Buleleng 15,1% pada urutan kedua dan ketiga.

“Tingginya kasus HIV/ AIDS tersebut harus menjadi perhatian semua pihak tidak hanya pemerintah, masyarakatpun diharapkan ikut peduli terhadap penyakit mematikan tersebut,” jelasnya dalam forum Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Minggu (1/7/2018).

Virus HIV/AIDS menyerang kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi dan penyebarannya sendiri dapat melalui kontak fisik melalui darah, jarum suntik, transfusi darah bahkan dari ibu kepada anak yang dikandungnya. Yahya menyatakan berbagai upaya penanggulangan HIV/AIDS telah dilakukan oleh KPA Bali dengan menggandeng stakeholder.

Dia mengaku menggandeng komunitas Kita Sayang Remaja (Kisara) Bali  dan Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN), untuk mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS serta mengedukasi masyarakat terkait upaya pencegahan penyebaran penyakit  tersebut.

"Remaja adalah usia yang sangat rentan terpapar AIDS, untuk itu mari tingkatkan kepedulian, tingkatan edukasi kepada masyarakat, bersama-sama kita tanggulangi dan cegah penyebaran HIV/AIDS, " imbuhnya .

Wakil Ketua Forum Remaja Bali yang berada dibawah naungan Kisara Bali, Adi Narendra mengatakan remaja merupakan kelompok usia yang sangat memegang peran penting dalam upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS. Remaja bisa menjadi agen-agen untuk sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat.

Tidak saja terkait upaya pencegahan penyebaran HIV/ AIDS, tetapi juga mengedukasi masyarakat bagaimana seharusnya memperlakukan para penderita.  Banyak penderita HIV/AIDS yang dikucilkan di masyarakat, yang sesungguhnya dengan pengobatan  tepat  serta tahu persis cara penyebaran penyakit tersebut, mereka dapat hidup secara normal ditengah tengah masyarakat .

Adi Narendra meminta kedepannya pemerintah dapat menyusun program-program yang sejalan dengan kebutuhan para remaja dan melibatkan mereka dalam program tersebut.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya