Denpasar Gencarkan Vaksinasi Hewan Pembawa Rabies

Oleh: Newswire 28 Juni 2018 | 17:06 WIB
Denpasar Gencarkan Vaksinasi Hewan Pembawa Rabies
Vaksinasi, sterilisasi, dan kontrol populasi hewan pembawa rabies yang dilakukan Pemkot Denpasar bersama Yayasan Bali Animal Welfare Association./Bisnis.com-Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, DENPASAR – Dinas Pertanian Kota Denpasar, bersinergi dengan Bali Animal Welfare Association (BAWA) melakukan vaksinasi rabeis serentak dan sterilisasi serta kontrol populasi terhadap satwa di empat kecamatan setempat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambawa Putra mengatakan kegiatan tersebut adalah program yang dilakukan secara rutin dalam upaya antisipasi menyebarnya penyakit rabies yang ditularkan oleh satwa atau hewan liar.

"Kami secara rutin melakukan vaksinasi dengan sistem 'jemput bola', dan upaya mengendalikan populasi hewan liar terutama anjing dan kucing, serta dalam upaya menekan penularan penyakit rabies, melalui vaksinasi terhadap hewan pembawa rabies (HPR) yang menyasar empat kecamatan di Kota Denpasar dengan metode jemput bola dan gratis," ujarnya pada Kamis (28/6/2018).

Ambara Putra menjelaskan vaksinasi dilakukan serentak pada Juli-September 2018, di Kecamatan Denpasar Selatan sejumlah 10 desa dan 106 dusun, Denpasar Barat sejumlah 11 desa dan 121 dusun, Denpasar Utara terdiri dari 11 desa dan 107 dusun, dan Denpasar Timur sejumlah 11 desa dan 99 dusun.

"Desa dalam waktu dekat disasar antara lain Desa Pemogan pada 2 Juli 2018 di Dusun Panti Gede, dilanjutkan pada 3 Juli di Dusun Jaba Jati, pada 4 Juli di Dusun Gunung, dan seterusnya hingga September 2018," ucapnya.

Dia mengatakan tetap mengupayakan vaksinasi melibatkan tim internal. Langkah ini dilakukan untuk upaya meng-cover secara keseluruhan terkait dengan angka HPR di Bali mencapai 85.000 ekor pada 2017.

Meski kasus rabies di Kota Denpasar nol persen, upaya pencegahan selalu dilakukan karena penyebaran penyakit tersebut datangnya tidak terduga. "Karena itulah di Denpasar dilakukan pencegahan terlebih dahulu sebelum kasusnya terjadi di perkotaan," ucapnya.

Sumber : Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya