Kadin Bali Berharap Gubernur Baru Rangkul Dunia Usaha

Oleh: Ema Sukarelawanto 27 Juni 2018 | 14:04 WIB
Kadin Bali Berharap Gubernur Baru Rangkul Dunia Usaha
Dua pasangan peserta Pilgub Bali 2018/Bisnis-Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR—Gubernur dan wakil gubernur Bali terpilih diharapkan mau merangkul pelaku dunia usaha untuk berembuk memformat pembangunan yang terintegrasi, merata, dan berkesinambungan.

Ketua Kadin Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra mengatakan berterima kasih kepada penyelenggara pilkada, aparat, dan warga masyarakat yang mempersembahkan pesta demokrasi yang tenang, lancar, damai, kondusif, dan tidak ada gejolak.

“Kondisi seperti ini sangat membantu jalannya perekonomian, terutama kepariwisataan, dan menjadi modal awal yang baik untuk memulai kepemimpinan Bali lima tahun ke depan,” katanya, Rabu (27/6/2018).

Menurut Alit gubernur baru siapapun harus memperhatikan pemerataan pembangunan yang selama ini timpang antara wilayah utara dan selatan.

Salah satunya, lanjut Alit, membenahi kendala utama yakni infrastruktur yang sangat dibutuhkan bagi aktivitas parisiwata. Akses jalan utama antarkota, termasuk mempercepat lalu lintas orang dan barang dari utara ke selatan serta dari timur ke barat.

“Pariwisata memerlukan kemudahan transportasi di jalan, perlu dipikirkan pembangunan jalan bebas hambatan ataupun merintis angkutan massal yang lebih nyaman seperti train,” ujarnya.

Terkait dengan kepariwisataan, Alit berharap pengelolaan yang lebih terpadu untuk menaikkan posisi tawar Bali saat persaingan sengit antardestinasi wisata internasional.

Ia meminta kepala daerah Bali yang baru mampu mendorong pengembangan wisata berkualitas dengan menyasar negara-negara yang memiliki wisatawan ‘high class’.

“Oleh karena itu diperlukan kebijakan gubernur yang busa membuat destinasi Bali layak dikunjungi para wisatawan berkantong tebal. Ini akan berdampak ke berbagai lini usaha,” ujarnya.

Untuk memacu perekonomian, Alit mengusulkan agar pemimpin daerah hasil pilkada hari ini memprioritaskan ekspor dengan mengangkat kembali potensi daerah.

Dia menyebut saat ini UMKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan kian menurun, padahal memiliki potensi sangat besar.

Alit mengambil contoh minat pasar internasional yang cukp besar terharap produk rotan mulai dari tas hingga furnitur.

“Mereka meminta didatangkan dari Bali, peluang ini perlu direspons bagaimana Bali yang tak memiliki tanaman rotan bisa memenuhi permintaan pasar dunia tersebut,” katanya.

Pemda, lanjut Alit, bisa menjembatani dan memfasilitasi agar para perajin kian terampil dan bisa bersaing baik dari segi kemasan, desain, kualitas, dan kemampuan menerobos pasar eskpor.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat pada April 2018, nilai ekspor barang yang dikirim lewat beberapa pelabuhan mencapai US$49,13 juta Angka ini mengalami penurunan sebesar -16,79% dibandingkan nilai ekspor Maret 2018 (m-to-m) yang mencapai US$59 juta.

Sementara itu, capaian April 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 22,50% dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya (y-on-y) yang mencapai US$40,1 juta.

Sebagian besar ekspor pada bulan April 2018 ditujukan ke Amerika Serikat (29,06%), Singapura (7,94%), Jepang (7,20%), Tiongkok (5,84%), dan Australia (5,51%).

Kumulatif ekspor barang asal Bali periode Januari-April 2018 mencapai US$203 juta, mengalami peningkatan sebesar 15,19% dibandingkan dengan keadaan pada 2017 (y-on-y) yang mencapai US$176,35 juta.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya