Konsep Orange Economy Pacu Pertumbuhan di Denpasar

Oleh: Ema Sukarelawanto 25 Juni 2018 | 17:10 WIB
Konsep Orange Economy Pacu Pertumbuhan di Denpasar
Pemukiman di Denpasar Bali./Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR—Pemkot Denpasar terus mengembangkan ekonomi berbasis kearifan lokal dan diharapkan mampu menggapai angka pertumbuhan ekonomi di kota ini sebesar 6,85% pada 2019.

Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan pembangunan yang mengikutsertakan dan memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat merupaka hal penting dalam proses pembangunan menuju kesejahteraan dan kebahagiaan.

“Pembangunan berkelanjutan tang merangkul segala lini, khususnya ekonomi berbasis kearifan lokal, dikembangkan melalui konsep ‘orange economy’,” katanya, Senin (25/6/2018).

Menurut Rai Mantra kebijakan yang telah dilakukan tersebut mampu memberikan kemanfaatan kepada masyarakat Denpasar. Seperti dapat dilihat dalam capaian angka pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Denpasar pada 2017 mencapai 6,08% dan diperkirakan tahun 2019 mencapai 6,85%.

Kata dia prinsip ‘orange economy’ adalah ekonomi kultural yang berinteraksi dengan ekonomi kreatif sehingga dapat masuk pada segala lini usaha. Semua sektor pembangunan bisa dikuatkan, berbasis kearifan lokal, ekonomi kreatif menjadi peluang baru seperti sekarang ini.

Ekonomi kreatif menjadi modal bagi Kota Denpasar untuk berkembang ke arah yang lebih baik. Badan Ekonomi Kreatif Denpasar dan anak-anak muda kreatif yang berpeluang besar dalam mempercepat pembangunan. Peran pemerintah merupakan fasilitator yang berperan sangat penting.

Berkaitan hal tersebut, Kota Denpasar yang telah memiliki modal yakni budaya dan generasi muda yang kreatif, tentunya menjadi bagian ‘orange economy’ yang diperhitungkan.

“Hendaknya kita adposi konsep-konsep ekonomi yang berkembang baik di nasional maupun internasional, dan tentunya konsep-konsep ini sesuai dengan apa yang menjadi kriteria pembangunan kita,” ujarnya.

Ruang kreatif dan inovatif juga dihadirkan Pemkot Denpasar melalui berbagai aktivitas seperti Denpasar Festival, Denpasar TIK Festival, Mahabandana Budaya, Petinget Rahina Tumpek Landep, Sanur Village Festival, Revitalisasi Pasar Tradisional, hingga menggelar lomba Wirausaha Muda Denpasar dan keberadaan Youth Park sebagai ruang kreativitas pemuda.

Ciri khas dan dinamis Denpasar sebagai Kota Kreatif selama ini adalah berbasis budaya, kaya inovasi, dan bersinergi dengan perkembangan teknologi digital selaras dengan penguatan SDM berkualitas. “Kami terus fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan ekonomi kreatif lewat penguatan berbagai kegiatan yang dilandasi kreativitas khususnya anak-anak muda,” tambahnya.

Ia menambahkan Sangat disadari bahwa pengembangan ekonomi kreatif adalah kolaborasi tiga pilar penggerak pembangunan (pemerintah, akademisi, swasta) untuk memajukan UKM Kota Denpasar.

Berkaitan hal terebut, pemkot selalu menggulirkan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas bagi pelaku usaha. Tak terkecuali fasilitasi akses terhadap lembaga keuangan, peningkatan sumber daya manusia, perluasan akses pasar dan pemanfaatan teknologi informasi, termasuk juga dengan menggandeng lembaga-lembaga lain seperti lembaga pendidikan maupun kerjasama dengan lembaga sosial masyarakat dan sektor swasta sebagai pilar-pilar penggerak pembangunan.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya