Pelaku UMKM Bali Sambut Positif Tarif PPh Final 0,5%

Oleh: Feri Kristianto 23 Juni 2018 | 13:46 WIB
Pabrik pie susu milik CV Dhian Mandiri di Gianyar, Bali./JIBI-Tim Jelajah Jawa Bali

Bisnis.com, DENPASAR — Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali menyambut positif tarif baru pajak penghasilan atau PPh Final 0,5% bagi UMKM.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia Bali Anak Agung Ngurah Mahendra menyatakan adanya diskon dan sosialisasi dapat menggairahkan masyarakat UMKM di Pulau Dewata. Menurutnya, metode penghitungan pajak juga membuat pelaku usaha mendapatkan kejelasan.

“Apakah dari buku atau final, ini sudah ada kejelasan bagi pelaku usaha,” papar Mahendra usai sosialisasi PPh Final 0,5% bagi UMKM di Sanur, Sabtu (23/6/2018).

Dia mengklaim pelaku UMKM sudah memiliki NPWP sehingga selalu membayar pajak. Penerapan kebijakan yang baru ini dinilai memudahkan pelaku usaha karena metode penghitungannya berdasarkan pendapatan bruto.

“Dulu rumit harus berdasarkan harga pokok dan sebagainya. Kalau sekarang mudah, dari bruto saja,” lanjut Mahendra.

Pihaknya menyakini kebijakan ini akan menggairahkan sektor UMKM di Bali. Hal senada dipaparkan oleh pemilik usaha pakain tradisional merek Prabu Kreasi, I Gede Mahendra P Dusak.

Dia mengaku senang karena nilai pajak turun hingga 50% sehingga akan sangat membantu meringankan beban pelaku usaha kecil. Diakuinya diskon tersebut belum terasa dampaknya bagi pengusaha seperti dia, tapi akan memberi pengaruh signifikan ketika usaha semakin maju.

“Kami hanya perlu dijelaskan nanti teknisnya seperti apa, pemotongannya dari apa. Sampai sekarang saya sendiri belum paham tapi ini cukup bagus,” ujar pengusaha yang produknya turut dipamerkan di sosialisasi PPh Final 0,5% ini.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya