Ini Target Direksi BPD Bali

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 22 Juni 2018 | 18:54 WIB
Komisaris BPD Bali Ketut Nurcahya [kanan] berbincang mengenai target kinerja direksi baru bersama Direktur Operasional Ida Bagus Gede Setia Yasa [kiri], Direktur Bisnis Non Kredit Nyoman Sudarma [kedua kiri], dan Direktur Kepatuhan Wayan Sutela [ketiga kiri]. Ketiga direktur BPD Bali yang baru ditetapkan ini mulai menyusun target kepengurusan seperti memperkuat infrastruktur teknologi internet pada operasional perbankan hingga peningkatan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi Rp550 miliar.

Bisnis.com, DENPASAR – Tiga nama direktur Bank Pembanguan Daerah (BPD) Bali yang baru saja ditetapkan mulai menyusun target kepengurusan yakni mulai dari memperkuat infrastruktur teknologi internet hingga peningkatan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ida Bagus Gede Setia Yasa yang ditetapkan sebagai direktur operasional menarget akan meningkatkan operasional perbankan berbasis teknologi internet untuk menopang pondasi BPD Bali.

Dia yang selama ini menjadi karyawan BPD Bali dengan berada dalam divisi teknologi berniat untuk makin mengoptimalkan modernisasi infrastruktur BPD Bali.

Kata dia, BPD Bali telah menjadi bank daerah pertama di Indonesia yang memberikan layanan internet banking atau tepatnya pada 2015. Dengan capain tersebut, fungsi-fungsi operasional yang telah ada harus semakin dioptimalkan.

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan sistem keamanan dan redundansi data center hingga kerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan elektronifikasi.

“Kita memandang posisi bisnis BPD bali sangat tergantung layanan bisnis it, apalagi kita tahu bahwa hampir seluruh masyarakat menggunakan smartphone,” katanya, Jumat (22/6/2018).

Sementara, Nyoman Sudarma sebagai direktur bisnis non kredit berniat untuk memudahkan persyaratan pinjaman ke usaha produktif utamanya UMKM yang selama ini kesulitan mengajukan kredit.

Biasanya, usaha produktif akan kesulitan jika mengajukan pinjaman di dua bank berbeda. Namun, pihaknya akan memudahkan persyaratan untuk pinjaman tersebut.

Selain itu, plafon penyaluran dana KUR juga ditingkatkan menjadi Rp550 miliar hingga 2018 ini. Adapun sebelumnya pada 2017, dana KUR yang disalurkan BPD Bali hanya sebesar Rp278 miliar.

Pada awalnya target penyaluran KUR BPD Bali adalah sebesar Rp308 miliar. Namun pada pertengahan Maret 2018, BPD Bali mengajukan untuk meningkatkan penyaluran ke OJK menjadi Rp550 miliar dan disetujui.

“Kita juga akan meningkatkan captive market kita yakni pensiunan dengan berkerja sama dengan pihak ketiga yang bertindak sebagai lembaga pemasar kredit,” katanya.

Wayan Sutela Negara sebagai Direktur Kepatuhan mengatakan pihaknya akan meningkatkan kinerja sesuai blueprint yan telah dibuat. Risiko akan semakin diminimalisir.

“Kita berharap operasional BPD Bali sehat tanpa melanggat aturan,” katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya