BPD Bali Belum Tetapkan Calon Direktur Utama

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 22 Juni 2018 | 16:07 WIB
BPD Bali Belum Tetapkan Calon Direktur Utama
BPD Bali

Bisnis.com, DENPASAR – Bank Pembangunan Daerah Bali hingga saat ini belum memiliki calon untuk mengisi posisi Direktur Utama dan Direktur Kredit lantaran proses assessment internal yang belum final dan belum lengkapnya dokumen pelamar.

Saat ini sudah ada 3 pelamar yang masing-masing mengajukan untuk jabatan Direktur Utama dan Direktur Kredit. Pelamar tidak hanya berasal dari internal BPD Bali, namun juga pihak eksternal yakni Bank Artha Graha dan Bank BRI.

Komisaris Utama BPD Bali Ketut Nurcahya mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan terus mendorong untuk melakukan penilaian pada masing-masing pelamar. Untuk saat ini, penilaian ke pelamar yang mengisi jabatan Direktur Kredit telah selesai dilakukan. Sementara untuk jabatan Direktur Utama belum dilakukan penilaian.

Selain itu, masing-masing pelamar belum melengkapi dokumen persyaratan sehingga membuat penilaian sedikit terhambat. Namun dia optimistis, proses pengajuan calon nama direktur utama dan direktur kredit ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera dapat dilakukan.

“Makin cepat akan makin baik karena ini mempengaruhi tingkat kesehatan tata kelola kami, kalau tidak lengkap nanti bisa mempengaruhi struktur organisasi,” katanya, Jumat (22/6/2018).

Kata dia, untuk mempercepat proses penentuan direksi ini, pihaknya akan kembali membuat jadwal pemilihan secepat mungkin dengan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas nama-nama yang memenuhi kriteria.

Dia juga berharap RUPS akan bisa menetapkan 2 calon untuk masing-masing posisi yang kosong. Sehingga, posisi Direktur Utama dan Direktur Kredit dapat diisi oleh orang yang tepat. Sebelumnya, pencalonan tiga direksi yang telah ditetapkan yakni Direktur Kepatuhan, Direktur Bisnis Non kredit, dan Direktur Operasional hanya diisi masing-masing 1 orang saja dan semuanya dinyatakan lolos oleh OJK.

“Pelamar sudah ada tapi memang masih belum final,” katanya.

Menurutnya, dua dari tiga direktur yang baru saja ditetapkan ini yakni Direktur Operasional dan Direktur Bisnis Non Kredit dapat kembali mencalonkan diri sebagai direktur utama jika memungkinkan.

Jika nantinya kedua direktur ini ikut mencalonkan diri sebagai direktur utama dan ternyata tidak terpilih maka bisa kembali ke posisi awalnya sebagai salah satu direksi sesuai RUPS.

“Kita sih berharap iya [mencalonkan],” katanya.

Ida Bagus Gede Setia Yasa sebagai direktur operasional yang baru saja ditetapkan mengaku akan menjalankan tugas dan kewajibannya sebelum memutuskan untuk mencalokan diri. Walaupun dia tidak menutup kemungkinan untuk mencalonkan diri sebagai Direktur Utama.

“Sebagaimana saya sampaikan ke pemegang saham kita siap ditempatkan di posisi manapun cuma karena ada regulator kita akan berkoordinasi dengan OJK sehubungan dengan rekomendasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Nyoman Sudarma sebagai direktur bisnis non kredit. Dia menyatakan berani ditempatkan di posisi manapun.

“Mundur sebagai karyawan saja kita siap, kalau nanti pemegang saham sudah memegang kepercayaan tentu kita siap,” katanya.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya