ARUS BALIK LEBARAN 2018: H+4 Lebaran, Baru 43% Penumpang Lalui Pelabuhan Gilimanuk

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 21 Juni 2018 | 14:35 WIB
ARUS BALIK LEBARAN 2018: H+4 Lebaran, Baru 43% Penumpang Lalui Pelabuhan Gilimanuk
Pelabuhan Gilimanuk Rabu (13/6/2018)/Tim Jelajah Jawa Bali 2018

Bisnis.com, DENPASAR – Penumpang arus balik melalui Pelabuhan Gilimanuk baru sebanyak 43% dari total 436.258 pemudik, diperkirakan jumlahnya tidak terlalu banyak lantaran libur panjang.

Adapun sejak Minggu (17/6/2018) atau H+1 libur lebaran hingga Rabu (20/6/2018) atau H+4 jumlah arus balik penumpang di Pelabuhan Gilmanuk telah mencapai 187.061 orang.

General Manager PT Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang-Gilimanuk Elvi Yosa mengatakan apabila dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah penumpang pada H+4 libur lebaran hanya sebanyak 91% atau 40.784 orang. Jumlah penumpang pada H+4 ini juga hanya 87% dari prediksi pada periode yang sama.

Kondisi ini sama halnya dengan jumlah angkutan roda dua, yang pada H+4 jumlahnya mencapai 98% dari prediksi atau sebanyak 1.736 unit. Sementara, realisasi kendaraan roda empat hanya 84% dari prediksi atau sebanyak 5.397 unit.

“Dibandingkan dengan total jumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang pada H-8 hingga H-1 maka kendaraan roda dua baru sebanyak 30% atau 26.234 unit dari total 88.839 unit dan kendaraan roda empat ke atas baru sebanyak 46% atau 22.294 unit dari total 49.989 unit,” katanya.

Menurut Elvi, lantaran kondisi libur panjang, Pelabuhan Gilimanuk pada arus balik tahun ini masih terhitung lengang dari prediski dan realisasi tahun lalu. Sehingga, situasi operasional serta pelayanan di Pelabuhan saat ini terpantau ramai lancar.

“Arius balik masih normal,” katanya.

Selain itu, kondisi cuaca juga masih mendukung. Kamis siang di kawasan Pelabuhan Gilimanuk terjadi hujan ringan, arah angin dari Timur ke Selatan dengan kecepatan 2-20 knots, dan gelombang laut yang berkisar antara 0,25-0,75 meter.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini mengenai prediksi yang menyatakan akan gelombang tinggi utamanya akan terjadi di Perairan Selatan dengan ketinggian berkisar antara 0,75-3 meter, Selat Bali berkisar 0,5-3 meter, dan Selat Lombok berkisar antara 0,5-3 meter.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya