Inflasi Bali Tertahan di Level 3%

Inflasi Bali pada Mei 2018 tercatat sebesar 3% secara year-on-year (yoy), lebih rendah dibanding kuartal pertama tahun ini.
Feri Kristianto | 08 Juni 2018 12:25 WIB
Ilustrasi cabai - Reuters

Bisnis.com, DENPASAR — Inflasi Bali pada Mei 2018 tercatat sebesar 3% secara year-on-year (yoy), lebih rendah dibanding kuartal pertama tahun ini.

Angka itu juga lebih rendah dari realisasi inflasi kuartal IV/2017 yang mencapai 3,23%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Causa Iman Karana mengungkapkan penurunan inflasi terjadi pada komponen administered price dan core inflation. Selain itu, sebagian besar kelompok pengeluaran juga mengalami penurunan tekanan inflasi dibanding kuartal sebelumnya.

“Perbaikan pasokan beberapa komoditas strategis [cabai dan bawang], seiring dengan kondisi cuaca yang mendukung. Harga seperti cabai pada bulan lalu juga terjaga dengan baik,” jelasnya, Jumat (8/6/2018).

Inflasi bulanan Bali pada Mei 2018 yang sebesar -0,08% juga lebih rendah dibandingkan inflasi bulanan nasional yang berada di level 0,21%.

Sejalan dengan itu, secara tahunan inflasi Bali juga lebih rendah dibandingkan nasional. Meskipun demikian, inflasi tahun kalender Bali pada Mei 2018 lebih tinggi.

Causa menerangkan penurunan harga komoditas beras sejalan dengan ketersediaan beras medium kepada pedagang dan distributor yang ditingkatkan di 21 titik dan 5 pasar.

Selain itu, deflasi angkutan udara tercatat sejalan dengan penurunan permintaan akibat Ramadan.

“Penurunan harga komoditas pasir sejalan dengan penurunan aktivitas vulkanis Gunung Agung,” tambahnya.

Tag : bali, Inflasi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top