Sebanyak 38.742 Lembar Uang Elektronik Beredar di Bali

Oleh: Feri Kristianto 05 Juni 2018 | 14:55 WIB
Sebanyak 38.742 Lembar Uang Elektronik Beredar di Bali
Tol Bali Mandara./Youtube

Bisnis.com, DENPASAR—Kewajiban transaksi non tunai di sejumlah titik di Bali mendorong terjadinya peningkatan transaksi menggunakan uang elektronik di Pulau Dewata.

Data Kantor Perwakilan BI Bali menyebutkan pada triwulan I/2018, jumlah uang elektronik yang beredar di pulau ini sebanyak sebesar 38.742 lembar atau tumbuh 22,75%, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh 3,84%. 

Pertumbuhan pada triwulan laporan ini tercatat sebagai pertumbuhan tertinggi yang dipengaruhi oleh perubahan preferensi masyarakat untuk menggunakan jalan tol seiring dengan adanya perbaikan jalan dalam rangka pembangunan Underpass Bandara Ngurah Rai.

“Selain itu, juga didorong oleh gencarnya sosialisasi penggunaan uang elektronik dan mulai beroperasinya drive thru penjualan dan isi ulang uang elektronik di Tol Bali Mandara,” ungkap Kepala Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana, Selasa (6/5/2018).

Berdasarkan jenis transaksinya, pengisian ulang (top up) masih mendominasi sejak triwulan II 2016. Selama tiga bulan pertama tahun ini, pangsa transaksi isi ulang tercatat sebesar 65% dari sebelumnya hanya 5% pada triwulan lalu.

Dilihat dari nominalnya, transaksi isi ulang uang elektronik tercatat sebesar Rp258,63 juta, meningkat tajam 377,7% (yoy) dibandingkan dengan triwulan IV/ 2017 yang terkontraksi 55,14% (yoy) dengan nilai Rp43,97 juta.

Pertumbuhan penggunaan uang elektronik untuk transaksi pembayaran juga mengalami peningkatan tajam. Pangsa transaksi pembayaran pada triwulan pertama tercatat sebesar 30% dari sebelumnya 63% pada triwulan lalu dengan nominal transaksi sebesar Rp3,6 miliar, jauh meningkat dibanding triwulan lalu yang hanya sebesar Rp20 juta. Sejalan dengan peningkatan pertumbuhan transaksi isi ulang dan pembayaran, transaksi person to person (P2P) dan person to account (P2A) juga meningkat tajam.

“Hal ini menunjukkan efektivitas perbankan dalam melakukan edukasi penggunaan uang elektronik yang tercermin dari semakin luasnya penggunaan uang elektronik [tidak hanya isi ulang],” paparnya.

Sejak 1 Oktober 2017, pembayaran di Tol Bali Mandara sudah sepenuhnya menerapkan non-tunai (100% non-tunai).

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya