Konsumsi BBM di Bali Jelang Idulfitri Diprediksi Naik 5%

Oleh: Feri Kristianto 27 Mei 2018 | 11:55 WIB
Konsumsi BBM di Bali Jelang Idulfitri Diprediksi Naik 5%
Awak mobil tangki (AMT) bersiap melakukan pengisian bahan bakar minyak ke dalam mobil tangki Pertamina di Terminal BBM Jakarta Group Plumpang, Jakarta Utara, Senin (27/11)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, DENPASAR—Pertamina Marketing Operation Region V memprediksi kenaikam konsumsi bahan bakar minyak di Bali menjelang Hari Raya Idul Fitri hanya sekitar 5% dari konsumsi normal harian 3.000 kiloliter.

Kendati kenaikannya tidak tinggi, Pertamina tetap menyiapkan tambahan stok serta membentuk satgas untuk memantau sekaligus memastikan kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji.

“Tim Satgas ini akan beroperasi pada H-14 hingga H+7 Idul Fitri,” ungkap General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Ibnu Chouldum melalui siaran pers, Minggu (27/5/2018).

Menurutnya, Pertamina MOR V berupaya optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM dan elpiji sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri 1439 H dengan lancar. Partisipasi masyarakat juga sangat diharapkan untuk memperlancar penyaluran BBM dan elpjin dengan melaporkan kendala atau hambatan yang ditemui di lapangan melalui contact center.

Berdasarkan perkiraan Pertamina MOR V, konsumsi BBM yang akan mengalami peningkatan adalah jenis premium sebanyak 632 kilo liter per hari, pertalite 1.218 kilo liter per hari, dan pertamax sebanyak 752 kilo liter per hari. Adapun konsumsi BBM jenis pertamax turbo, dexlite, solar serta pertamina dex tidak naik, justru ada yang berkurang.

Sementara itu terkait konsumsi elpiji, khususnya ukuran 3 kg diprediksi akan mengalami kenaikan sebesar 6% atau mendapai 16.358 metrik ton pada akhir Mei. Konsumsi normal elpiji 3 kg di daerah ini sebesar 15.432 metrik ton per bulan.

Adapun konsumsi elpiji non subsid diprediksi mengalami peningkatan selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri sebesar 9% (631 Metric Ton/bulan) dibandingkan dengan konsumsi normal bulanan yaitu sebesar 574 MT.

Ibnu menegaskan selain peningkatan stok, upaya Pertamina dalam mengamankan pasokan epiji dengan built-up stock di tabung dan menjaga stok di storage agar selalu penuh. Begitu pula built-up stock di agen, pangkalan, dan outlet elpiji.

“Kami juga membentuk 22 agen siaga dan 108 pangkalan siaga di wilayah Bali. Pengamanan pasokan elpiji dengan menambah alokasi penyaluran channel distribution sampai dengan 109% dari konsumsi normal,” jelasnya.

Pihaknya juga memonitor kondisi cuaca dan gelombang penyebrangan Lombok-Bali serta berkoordinasi dengan pihak pelabuhan dan operator kapal. Selain mengamankan pasokan BBM dan elpiji, Pertamina MOR V juga menjamin kelancaran pasokan avtur.

Menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, penyaluran avtur juga diprediksi mengalami peningkatan sebesar 9%,”. Konsumsi rata-rata normal harian untuk Bali sebesar 2267 KL dan diprediksi akan menjadi 2489 KL. Kenaikan konsumsi tertinggi diprediksi pada H-5 dan H+3 saat puncak arus mudik dan arus balik Idulfitri.

 

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya