Pastika Usulkan Toko Tani Indonesia Jual Beras Lebih Murah

Oleh: Feri Kristianto 25 Mei 2018 | 16:17 WIB
Pastika Usulkan Toko Tani Indonesia Jual Beras Lebih Murah
Gubernur Bali Made Mangku Pastika (kedua kanan depan) saat meresmikan Toko Tani Indonesia (TII) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Bali./Bisnis.com-Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan harga beras yang dijual di daerah itu bisa lebih murah sehingga terjangkau oleh masyarakat dengan memanfaatkan jaringan Toko Tani Indonesia.

Dia menyampaikan harapan itu setelah menemukan beras dengan harga Rp8.880 per kg di sela-sela peresmian Toko Tani Indonesia (TTI) Center di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Bali. Pastika kaget karena Dinas Ketahanan Pangan l Bali bisa menyediakan beras dengan harga lebih murah.

“Di pasaran beras yang biasa itu 11.000, padahal ini bisa tekan sejauh mungkin. Kita potong biaya distribusi dan biaya transaksi. Itulah ciri perdagangan modern sekarang,” ujarnya pada Jumat (25/5/2018).

Dia berharap Pemprov Bali bisa lebih banyak menyediakan beras ini sehingga inflasi dan kemiskinan di Bali bisa ditekan.

Menurutnya, Perusda Bali juga bisa melaksanakan hal ini dengan bantuan permodalan dari BPD. Dari segi permodalan juga tidak susah karena Bali memiliki BPD sehingga semua pihak bisa diuntungkan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyambut baik ide tersebut. Dia mengungkapkan beras ini nantinya bisa dijual secara e-commerce dengan bantuan distribusi dari Toko Tani Indonesia. Menurutnya, pola ini sudah dicoba di Jakarta dan ternyata transaksinya besar.

“Bisa dijual melalui e-commerce, sehingga harga wajar lebih banyak diperoleh konsumen,” ucap Agung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bali I Wayan Mardiana mengatakan sudah ada 60 TTI di Bali yang tersebar di enam kabupaten yakni Tabanan, Jembrana, Buleleng, Karangasem, Badung, dan Gianyar.

TTI Center Dinas Ketahanan Pangan merupakan salah satu upaya bersama guna memotong mata rantai pasokan pangan yang panjang.

Tujuannya, untuk menjaga stabilnya harga sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat sekaligus dalam rangka diversifikasi komoditas pokok yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sembako bagi masyarakat dan komoditas lainnya dengan harga di bawah harga pasar.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya