Parkir Elektronik Tabanan Jadi Contoh Terobosan Kawasan Timur

Oleh: Feri Kristianto 25 Mei 2018 | 12:45 WIB
Parkir Elektronik Tabanan Jadi Contoh Terobosan Kawasan Timur
Pengendara sepeda motor mengoperasikan mesin layanan parkir berbasis elektronik./JIBI-Nicolous Irawan

Bisnis.com, DENPASAR—Pemkab Tabanan diprediksi akan menjadi menjadi contoh dan role mode bagi daerah-daerah lain khususnya di Kawasan Timur Indonesia dapat mempelajari dan mengikuti program parkir elektronik.

Deputi Direktur Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Teguh Setiadi mempercayai hal tersebut karena implementasi elektronifikasi pembayaran parkir dengan uang elektronik di Tabanan merupakan yang pertama kali di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, bahkan kawasan timur indonesia.

“Elektronifikasi pembayaran parkir [e-parking] yang akan diimplementasikan di Kabupaten Tabanan sungguh membawa manfaat yang cukup besar baik bagi masyarakat, operator maupun bagi pemerintah daerah,” jelasnya, Jumat (25/5/2018).

Teguh memaparkan elektronifikasi yang dimaksud adalah suatu upaya untuk merubah cara pembayaran dari manual menjadi elektronis. Menurutnya, manfaat pembayaran secara non tunai (elektronis), dari sisi pengguna, membayar secaranon tunai akan memberi masyarakat rasa aman karena jumlah yang dibayar akurat sesuai dengan tarif.

Selain itu, proses transaksi juga jauh lebih cepat serta nyaman karena tidak diperlukan waktu tambahan untuk menghitung uang, tidak ada uang kembalian dan tidak ada risiko uang terjatuh. Bagi Pemkab Tabanan elektronifikasi pembayaran akan menurunkan risiko fraud termasuk kebocoran retribusi karena masih ada proses manual yang dilakukan oleh manusia, risiko kesalahan penghitungan penerimaan danpengembalian.

Selain itu, risiko penerimaan uang palsu, dan risiko keamanan sewaktu pengumpulan uang tunai, selain tentunya mengurangi biaya operasional cash handling.

“Selain beberapa manfaat tersebut, elektronifikasi parkir juga sudah terbukti meningkatkan pendapatan daerah,” paparnya.

Teguh mencontohkan dengan implementasi elektronifikasi pembayara e-parking di beberapa titik parkir on the street di Jakarta meningkatkan pendapatan parkir naik drastis. Contohnya di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang ada ada 13 mesin parkir elektronik dari biasanya sekitar Rp280.000 per hari, menjadi sekitar Rp7 juta per harinya. Kondisi tersebut diharapkan juga terjadi di Tabanan paska diterapkannya parkir elektronik.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya