Lima Negara Rilis Imbauan Perjalanan, Pariwisata Lombok Tak Terpengaruh

Oleh: Eka Chandra Septarini 16 Mei 2018 | 14:42 WIB
Sejumlah wisatawan berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). /Antara

Bisnis.com, MATARAM -- Travel advice atau imbauan perjalanan yang dikeluarkan beberapa negara sebagai dampak dari serangan bom di Surabaya beberapa waktu lalu nampaknya belum terlalu mempengaruhi kondisi pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu M. Faozal mengatakan, meskipun tidak banyak berdampak pada pariwisata NTB, pihaknya berharap imbauan tersebut tidak berlangsung lama.

"Mudah-mudahan travel advice ini waktunya tidak terlalu lama. Karena pemerintah sekarang sudah melakukan berbagai upaya untuk recovery dari dampak bom Surabaya karena kita berharap travel advice yang sudah lima negara tidak bertambah lagi," ujar Faozal di Mataram, Rabu (16/5/2018).

Dinas Pariwisata bersama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB akan terus memantau kondisi okupansi hotel untuk melihat sejauh mana dampak imbauan perjalanan yang dikeluarkan lima negara tersebut terhadap pariwisata NTB.

Lima negara yang telah mengeluarkan travel advice kepada warganya paska terjadinya bom di Surabaya yaitu Inggris, Amerika Serikat, Australia, Hongkong, dan Singapura.

Faozal mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi munculnya travel advice ini. Menurutnya belum terjadi pembatalan secara masif terhadap bookingan hotel paska teror tersebut.

"Kalau travel warning baru mulai berhitung (soal okupansi hotel) karena advice hanya masih imbauan. Asuransi masih bisa berlaku, mereka (wisatawan) juga bisa keluar negeri dengan berbagai catatan," ujar Faozal.

Sikap optimistis juga muncul dari Ketua PHRI NTB Hadi Faisal. Pasalnya tingkat okupansi hote sejauh ini masih berjalan sesuai yang diharapkan.

"Sampai hari ini, kita cek hari ke hotel hotel yang ada di Lombok, tak satu pun tamu batalkan reservasi dan booking hotel hotel kita. Ini membuktikan meskipun ada kejadian di Surabaya tapi pengaruh terhadap pariwisata Lombok tidak ada," ujar Hadi.

Kendati demikian, Hadi tetap memberikan imbauan kepada para pengelola hotel untuk melakukan pengamanan khususnya bagi tamu yang akan masuk ke area hotel.

"Bagi yang tidak punya metal detektor bisa melakukan dengan cara manual, kami sampaikan permintaan maaf kepada tamu hotel yang mau masuk dengan terpaksa kami lakukan pengamanan karena ini bagian cara kita amankan tamu yang akan menginap," ujarnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya