BPOM Berkomitmen Kawal Industri Komestik Bali

Oleh: Annisa Sulistyo Rini 14 Mei 2018 | 00:36 WIB
Ilustrasi pemeriksaan produk kosmetika oleh BPOM./Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito beserta jajaran melakukan kunjungan kerja ke Bali pada Minggu (13/5/2018).

Kunjungan ini bertujuan meninjau secara langsung proses produksi produk dan berdialog dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membahas permasalahan dan solusi yang dihadapi.

Bali dipilih karena merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang menyimpan beragam kekayaan budaya. Industri kosmetik berskala UMKM Bali tengah tumbuh pesat mengembangkan produk kecantikan warisan budaya Nusantara.

Berdasarkan data BPOM, setidaknya terdapat 32 industri kosmetik yang menotifikasikan 1.675 item produk kosmetik.

Melihat potensi pasar kosmetik yang menjanjikan, BPOM berkomitmen mengawal industri terutama UMKM kosmetik di Bali untuk semakin meningkatkan kualitas produknya.

Berbagai upaya strategis terus dilakukan untuk mendorong pengembangan UMKM kosmetik berupa simplifikasi perizinan serta bimbingan teknis notifikasi dan penerapan cara produksi kosmetik yang baik (CPKB).

Apalagi Bali merupakan tujuan wisata utama di Indonesia, sehingga sangat tepat apabila pengembangannya adalah  kosmetik tematik seperti produk SPA yang terkenal di sini.

“Kunjungan kami ke Bali ini, selain untuk mengetahui perkembangan industri UMKM kosmetik di Bali, juga untuk menginformasikan success story industri UMKM kosmetik di Bali dan mendapatkan masukan untuk penajaman strategi percepatan pengembangan industri UMKM kosmetika, khususnya di Bali," ujarnya dalam keterangan resmi pada Minggu (13/5/2018).

Lebih lanjut, Penny menyampaikan industri kosmetik merupakan salah satu industri andalan nasional yang sangat berperan sebagai penggerak ekonomi, sehingga berbagai upaya terobosan akan terus ditingkatkan agar lebih dirasakan manfaatnya oleh UMKM kosmetik.

Dalam kunjungan kerjanya, BPOM juga menggelar pertemuan dengan lintas sektor terkait untuk membahas upaya percepatan pengembangan UMKM kosmetik di Bali.

Selain itu, dilakukan penyerahan sertifikat CPKB secara bertahap kepada beberapa industri UMKM kosmetik, peninjauan pelaksanaan registrasi, desk denah, bimbingan iklan dan penandaan kosmetik.

Tidak hanya UMKM kosmetik Bali yang menjadi perhatian BPOM. Pada kesempatan ini, Penny juga menghadiri acara sosialisasi Program Manajemen Risiko (PMR) yang dihadiri oleh perwakilan industri ikan dalam kaleng di Bali.

Dia mengimbau seluruh pelaku usaha untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menerapkan cara produksi yang baik dalam setiap proses produksi agar produk kosmetik dan pangan yang dihasilkan memenuhi keamanan, kualitas, dan manfaat.

Masyarakat juga diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Jangan membeli atau mengonsumsi produk kosmetik yang tidak memiliki izin edar/nomor notifikasi.

"Ingat selalu Cek KLIK, Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin edar, dan Cek Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk kosmetika," ujarnya.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya