Survei BI : Harga Rumah di Denpasar Stagnan

Oleh: Feri Kristianto 13 Mei 2018 | 20:42 WIB

Bisnis.com, DENPASAR—Harga properti residensial pasar primer di Bali pada triwulan pertama tahun ini masih terlihat stagnan, tetapi diprediksi baru akan meningkat pada triwulan kedua.

Berdasarkan hasil survei Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali, perkembangan harga property residensial primer (IHPR), indeks harga properti residensial turun sebesar 0,75% (yoy) dan turun 0,04% (qtq). Tipe rumah yang mengalami penurunan terdalam adalah tipe kecil yakni turun hingga 1,49%, diikuti tipe besar 0,49% dan tipe menengah 0,26%.

“Hampir tidak ada perubahan harga property residensial primer di Bali jika dibandingkan dengan triwulan tahun sebelumnya,” tutur Kepala BI Bali Causa Iman Karana, Minggu (13/5/2018).

Tidak hanya property residensial yang harganya cenderung stagnan, harga properti residensial sekunder juga menunjukkan kecenderungan sama. Pertumbuhan harga rumah sekunder di Denpasar dan sekitarnya mengalami perlambatan dari rata-rata 0,66% pada triwulan IV/2017 menjadi 0,28% pada triwulan ini.

Perlambatan terjadi pada tipe rumah sekunder menengah dan besar yang masih-masing tumbuh 0,28% dan 0,29%. Causa mengungkapkan perkembangan perumahan sekunder di wilayah Denpasar dan sekitarnya relative belum menunjukkan perubahan signifikan pada triwulan ini.

“Rendahnya aktivitas transaksi di awal tahun terlihat dari pergerekan harga rumah sekunder yang realtif stagnan dan tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya,” kata Causa.

Berdasarkan wilayah, secara umum pergerakan harga di Denpasar yang melambat terjadi di Denpasar Timur, Denpasar Utara hingga Kuta Selatan. Namun, untuk harga rumah di Denpasar Utara, denpasar Barat, dan Denpasar Selatan masih menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Causa mengatakan harga property residensial primer pada triwulan dua tahun in diperkirakan akan tumbuh meningkat. Kondisi tersebut tercermin dari hasil survey yang mencatat pertumbuhan perkiraan property resindesial sebesar 0,78%. Adapun tipe rumah yang menunjukkan peningkatan harga tertinggi adalah jenis kecil dan besar

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya