Pelaku Wisata Bali Minta Pintu Masuk Pulau Dewata Diperketat

Oleh: Feri Kristianto 13 Mei 2018 | 20:53 WIB
Anggota pengamanan adat Bali atau Pecalang berbaris bersama personel TNI dan Polri dalam gelar pasukan pengamanan./Antara-Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR—Pelaku pariwista mengharapkan keamanan di Pulau Dewata ditingkatkan khususnya jalur masuk ke Bali paska terjadinya ledakan di 3 gereja di Surabaya, Jatim.

Wakil Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana secara khusus meminta ditingkatkan keamanan di pintu masuk ke Bali seperti Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Celukan Bawang.

“Mengecek semua kendaraan dan orang yang masuk ke Bali,” jelasnya, Minggu (13/5/2018).

Selain pintu masuk Bali, pihaknya juga meminta kepolisian meningkatkan keamanan di objek objek vital lainnya seperti hotel, tempat ibadah dan tempat tempat keramaian. Pihaknya juga mendorong pelibatan masyarakat, tokoh masyarakat, kelian adat, kelian Banjar dan pecalang untuk aktif menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing masing.

Permintaan itu disampaikan agar kasus di Surabaya tidak sampai terjadi ke Bali. Sebagai daerah pariwisata, sangat rentan dengan isu keamanan. Sebelumnya, Polda Bali meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau masyarakat tetap tenang tetapi waspada paska terjadinya ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja mengatakan peningkatan kewaspadaan itu dalam bentuk memperbanyak patroli, pengamanan Pam Mako, petugas di lapangan bingga akan melalukan tindakan tegas, keras dan terukur.

“Masyarakat tetap tenang namun waspada. Berikan informasi terhadap hal-hal atau orang yang dicurigai kepada kepolisian terdekat,” jelasnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya