Jelang Ramadan, Mendag Sebut Beras Medium di Bali di Bawah HET

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 08 Mei 2018 | 14:23 WIB
Jelang Ramadan, Mendag Sebut Beras Medium di Bali di Bawah HET
Pedagang menyusun karung berisi beras di pasar tradisional, Gondangdia, Jakarta, Rabu (10/1)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, DENPASAR -- Beras medium di Bali saat ini dijual Rp8.950 per kg atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang sebesar Rp9.450 per kg.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan harga beras memang menjadi salah satu perhatian serius pihaknya menjelang Ramadan. Sehingga, pedagang di pasar tradisional terus didorong untuk menjual beras medium.

Selain beras medium, katagori premium juga turun menjadi menjadi Rp12.000 per kg atau di bawah HET yang sebesar Rp12.800 per kg.

"Daging ayam juga turun, khusus daging ayam dan telur kami buat acuan harga yakni acuan bawah dan atas. Itu [ayam dan telur] di bawah acuan harga atas," ujarnya saat meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Kuta 2, Bali, Selasa (8/5/2018).

Enggar menuturkan beberapa bahan pokok juga mengalami penurunan harga, seperti gula yang semula Rp12.500 per kg menjadi Rp11.500 per kg. Sementara itu, minyak goreng dalam kemasan dijual di harga Rp11.000 per liter dan Rp6.000 untuk setengah liter.

"Jadi secara keseluruhan stabil dan cenderung turun," tuturnya.

Menurut Mendag, jika ada kecenderungan harga naik, maka pihaknya siap untuk meningkatkan suplai barang agar kondisi semakin stabil. Kenaikan harga, sebutnya, tidak hanya disebabkan oleh suplai yang terbatas tapi juga pemberitaan mengenai kenaikan harga dan penimbunan.

Pihaknya pun menjamin dengan dukungan Satgas Pangan tidak akan lagi ada penimbunan.

"Karena pemberitaan harga naik, kekhawatiran masyarakat dengan harga tinggi menjadikan mereka membeli banyak, otomatis harga naik," terang Enggar.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya