Startup di Bali, Kuantitas Menurun Tapi Kualitas kian Potensial

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 04 Mei 2018 | 14:11 WIB
Startup di Bali, Kuantitas Menurun Tapi Kualitas kian Potensial
Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital/Ilustrasi-kemenkominfo

Bisnis.com, DENPASAR - Digital Innovation Lounge atau DILo Denpasar mencatat sejak 2015 jumlah wirausahawan digital yang aktif menunjukkan penurunan yang semula berjumlah 30 startup menjadi 20 startup hingga tahun ini. 

Walaupun menurun, saat ini hampir sebagian besar startup yang masih aktif terus berinovasi bahkan mendapatkan keuntungan hingga Rp20 juta per bulan.

Manager DILo Denpasar Ahmad Hanafi mengatakan jumlah startup di bawah naungan pihaknya ini memang tergolong sedikit untuk satu wilayah. Jika dilihat pembentukan DILo di Denpasar yang sejak 2015, maka seharusnya jumlah startup yang aktif mencapai 100 lebih. 

Namun, karena beberapa kondisi jumlah startup yang aktif ini terus menurun. Umumnya, stratup tersebut memiliki dua masalah yakni pengalaman bisnis yang kurang, minimnya modal, hingga permasalahan internal startup itu sendiri. 

Dia menilai, walaupun jumlah startup di Bali di bawah naungannya tidak banyak dan jauh dari angka target, namun kualitas wirausaha digital yang masih aktif ini tidak perlu diragukan. 

"Saat ini daripada mengejar kuantitas, kita lebih mengedepankan kualitas seperti dengan menambah program untuk meningkatkan kualitas mereka," katanya hari in Jumat (4/5/2018). 

Menuru Ahmad, saat ini sudah ada 5 startup yang mendapat profit dari layanan yang mereka berikan. Rata-rata satu startup dalam sebulan sudah bisa mendapatkan profit dari Rp10 juta hingga Rp20 juta. 

Kelima startup ini juga mendapat bantuan dari pemerintah, pihak swasta maupun investor. Startup itu yakni Simalu yang merupakan e-commerce produk daur ulang dari bank sampah, Jarvis Store yakni penyedia platform toko online, Guestpro e-commerce untuk booking hotel, Share Trans untuk penyewaan kendaraan, dan Shushi.asia yakni marketplace untuk petani rumput laut. 

"Umumnya mereka mendaoat funding hingga Rp250 juta," katanya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya