Kunjungan Wisman India Diyakini Terdongkrak Penerbangan Langsung

Oleh: Feri Kristianto 24 April 2018 | 17:28 WIB
Kunjungan Wisman India Diyakini Terdongkrak Penerbangan Langsung
Pengunjung melihat foto bertema Persahabatan Indonesia-India di Malang, Jawa Timur, Senin (23/4/2018)./Antara-Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, DENPASAR—Kementerian Pariwisata tahun ini optimistis kedatangan wisman asal India bisa mencapai 700.000 orang atau tumbuh hingga 30% jika dibandingkan tahun lalu, seiring dibukanya rute baru Denpasar-Mumbai oleh Maskapai Garuda Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan keberadaan rute baru akan mempermudah wisman India untuk datang berwisata ke Pulau Bali. Pada tahun lalu, belum ada rute penerbangan langsung dari India ke Indonesia, tetapai jumlah kunjungan wisman dari negara tersebut ke ini mencapai 485.000 orang .

“Jadi untuk diketahui bahwa India salah satu pasar dengan pertumbuhan tertinggi kalau tahun lalu 485.000 dengan pertumbuhan 30% itu tanpa ada direct flight. Nah sekarang direct flight ada, kami harapkan tahun ini tumbuh paling tidak 30%,” jelasnya di sela-sela pembukaan rute baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Selasa (24/4/2018).

Arief mengatakan target bisa dicapai apabila Garuda Indonesia membuka penerbangan ke Mumbai sebanyak 4 kali seminggu. Bahkan diyakini bisa menembus hingga 1 juta orang pada tahun depan. Menpar mengharapkan maskapai pelat merah ini membuka penerbangan langsung ke kota lain di India seperti New Delhi.

Maskapai Garuda Indonesia resmi membuka rute penerbangan baru Mumbai-Denpasar pulang-pergi untuk memperluas jaringan internasional di kawasan Asia Selatan. Rute yang akan dilayani dua kali seminggu, yakni pada Senin dan Kamis menggunakan Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang dengan konfigurasi 36 kelas business dan 186 kelas ekonomi.

Dirut Garuda Indonesia Pahala N.Mansury mengatakan penerbangan dari Mumbai, India menuju Denpasar juga akan menjadi “hub” untuk rute-rute domestik lainnya, diantaranya kota Yogyakarta, Ujung Pandang (Makassar), Menado, Labuan Bajo, dan berbagai destinasi wisata domestik lainnya yang saat ini terus dikembangkan oleh pemerintah. Rencananya pada Juni mendatang frekuensi penerbangan ditambah menjadi 3 kali dan 4 kali pada akhir tahun ini.

“Pembukaan rute baru ini juga merupakan upaya Garuda Indonesia untuk mendukung program Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, khususnya wisatawan India,” kata Pahala.

Dibukanya rute penerbangan Jakarta – Mumbai tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan India melalui pengembangan basis konektivitas kedua negara.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya