BPJS Ketenagakerjaan Banuspa Bayarkan Jaminan Rp705,87 Miliar

Oleh: Feri Kristianto 23 April 2018 | 16:36 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Banuspa Bayarkan Jaminan Rp705,87 Miliar
Ilustrasi./Bisnis-Rachman

Bisnis.com, DENPASAR—BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Bali Nusra dan Papua atau Banuspa membayar jaminan senilai Rp705,87 miliar yang diberikan kepada 57.063 peserta di tiga kawasan.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banuspa M. Yamin Pahlevi memaparkan pembayaran terbesar disalurkan untuk Jaminan Hari Tua sebanyak 51.696 peserta senilai Rp657,7 miliar.

Adapun sisanya dibayarkan untuk 1.861 kasus Jaminan Kecelakaan kerja kasus (JKK) Rp22,2 miliar, Jaminan Kematian (JKM) 878 kasus senilai Rp23,68 miliar dan Jaminan Pensiun (JPN) 2.628 kasus dengan total klaim Rp2,2 miliar.

“Pembayaran jaminan terbanyak adalah program Jaminan Hari Tua. Dari total 57.063 kasus jaminan tersebut, sebanyak 84,99% nya atau 43.677 tenaga kerja melakukan pengajuan klaim JHT dikarenakan mengundurkan diri dari pekerjaannya,” jelasnya, Senin (23/4/2018).

Lebih lanjut dijelaskan, untuk JKK yang telah dicairkan, paling besar dibayarkan untuk korban meninggal sebanyak 65 masus senilai Rp9,29 miliar, cacat fungsi 29 kasus senilai Rp224,38 miliar, cacat sebagian sebanyak 34 kasus senilai Rp595 juta dan sembuh sebanyak 733 kasus. Sepanjang 2017, BPJS TK Banuspa telah berhasil menjaring sebanyak 1,06 juta tenaga kerja aktif di Bali, NTB, NTT dan Papua.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 579.171 orang tenaga kerja penerima upah, bukan penerima upah mencapai 121.135 orang, dan pekerja jasa kontruksi 368.825 orang. Adapun tenaga kerja yang sudah diakuisisi di empt provinsi ini sebanyak 1,36 juta tenaga kerja.

Pada tahun ini, BPJS TK Banuspa menargetkan menggaet sebanyak 1,4 juta tenaga kerja aktif, dan mengakuisisi sebanyak 1,05 juta tenaga dala program perlindungan tenaga kerja. Yamin optimistis target itu akan dapat dicapai dengan melakukan sejumlah strategi menggandeng pelaku usaha.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya