Di Bali, Pria Lebih Susah Cari Pekerjaan Daripada Wanita

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 23 April 2018 | 16:16 WIB
Di Bali, Pria Lebih Susah Cari Pekerjaan Daripada Wanita
Pencari kerja memadati salah satu job fair./Bisnis.com-Endang Muchtar

Bisnis.com, DENPASAR – Pengangguran berjenis kelamin laki-laki di Bali jumlahnya dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah pengangguran perempuan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran laki-laki di Bali pada 2017 sebanyak 24.583 orang, sementara jumlah pengangguran perempuan sebanyak 11.560 orang.

Ternyata kondisi ini telah terjadi cukup lama. Adapaun pada 2016, jumlah pengangguran laki-laki sebanyak 29. 023 orang dan perempuan sebanyak 17. 461 orang. Kondisinya pun sama pada 2015, dengan pengangguran laki-laki sebanyak 29.236 orang dan perempuan 17.974 orang.

Jika data BPS ini ditelusuri, kondisi ini sudah terjadi sejak publikasi pengangguran pertama kali yakni pada 1995 dengan laki-laki berjumlah 30.418 orang dan perempuan 28.923 orang.

Hanya pada 2003 dan 2010, jumlah pengangguran perempuan lebih banyak dengan masing-masing yakni 79.988 dan 35.473 orang dibandingkan laki-laki 64.749 dan 33.2018 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali Ni Luh Made Wiratmi mengakui kondisi ini memang terjadi sejak dulu. Adapun pengaruh kultur menjadi faktor utama yang menyebabkan banyaknya pengangguran laki-laki dibandingkan perempuan.

Menurut dia, karena budaya Bali sangat kental, menjadikan lebih banyak peluang kerja bagi perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Peluang kerja itu seperti membuat banten (sajen untuk upacara agama Hindu).

“Karena di Bali, wanita sudah mengambil pekerjaan yang mendukung pendapatan seperti membuat banten, dan di Bali tidak pernah ada permasalahan gender,” katanya, Senin (23/4/2018).

Dia mengutarakan kondisi ini tidak menimbulkan masalah, tetapi pihaknya tetap mendorong untuk mengurangi pengangguran laki-laki. Sejumlah cara akan dilakukan termasuk meningkatkan pelatihan tenaga kerja.

“Wanita di Bali memang terkenal perkasa dari dulu, kondisi ini tidak ada masalah, justru yang kita masalahkan adalah mencari jalan keluar untuk yang menganggur,” lanjutnya.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya