Juni 2018, Parkir Elektronik di Tabanan Diberlakukan

Oleh: Feri Kristianto 19 April 2018 | 16:08 WIB
Juni 2018, Parkir Elektronik di Tabanan Diberlakukan
Ilustrasi - Pemilik kendaraan menggunakan mesin parkir ditemani Juru Parkir di kawasan Juanda, Jakarta, Senin (8/5)./Antara-Ariyanto

Bisnis.com, DENPASAR - Kabupaten Tabanan memulai langkah elektronifikasi dengan memasang sebanyak 15 unit alat parkir elektronik untuk menerapkan sistem perparkiran yang tertib dan akuntabe.

Kadis Perhubungan Tabanan Made Agus Hartawiguna mengatakan 15 unit alat parkir elektronik tersebut ditargetkan dapat dioperasikan mulai Juni 2018. Walau sudah terpasang, untuk sementara belum dioperasikan karena masih menunggu integrasi antar bank dan sosialisasi kepada masyarakat serta pelatihan petugas parkir.

“Rencananya ada tiga bank Himbara, yakni BRI, BNI dan Mandiri serta satu bank swasta yaitu BCA. Draf kerja sama sudah kami siapkan tinggal menunggu tanda tangan,” jelasnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (19/4/2018).

Kelima belas alat parkir tersebut sudah dipasang disepanjang jalan protokol Tabanan, yakni Jalan Gajah Mada, Jalan Gunung Batur dan Melati. Agus mengungkapkan lokasi ini merupakan proyek percontohkan dan titik parkir lainnya bisa menyusul diterapkan serupa.

Agus mengungkapkan investasi yang disiapkan untuk proyek percontohan ini mencapai Rp1,8 miliar.

Menurutnya, penerapan parkir elektronik yang akan menjadi pertama di Bali ini dimaksudkan untuk penataan dan transparansi. Dengan luas kota yang terbatas, Agus mengatakan mulai dari sekarang harus menata perparkiran. Keberadaan alat parkir elektronik diyakini sebagai salah satu solusi mengatasi kesemrawutan.

Alat ini juga diyakini akan dapat membantu akuntabilitas dan transaparansi pembayaran parkir. Diharapkan keberadaan alat ini sekaligus membantu meningkatkan pendapatan asli daerah dari parkir. Agus menyatakan pihaknya sudah dibantu Bank Indonesia Perwakilan Bali untuk bekerja sama dengan sejumlah perbankan.

Kerja sama dengan perbankan tersebut untuk sistem pembayaran menggunakan uang elektronik.

Agus mengatakan dalam waktu dekat diharapkan mesin pembaca uang elektronik yang terintegrasi dapat diterapkan sehingga parkir digital tersebut bisa dimulai.

“Kami sangat terbantu dengan kesediaan Bank Indonesia menyambungkan dengan empat bank karena awalnya memang hanya satu bank saja tetapi dalam perkembangannya lebih baik banyak bank,” tutur Agus.

 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya