Bukan Dibatalkan, Pembangunan Bendungan Talaga Waja Bali Hanya Ditunda

Oleh: Ni Put Wirat Eka 19 April 2018 | 13:27 WIB
Bukan Dibatalkan, Pembangunan Bendungan Talaga Waja Bali Hanya Ditunda
Bendungan/Ilustrasi-pengairan.acehprov.go.id

Bisnis.com, DENPASAR – Kepala Balai Penida I Ketut Jayada memastikan proyek Bendungan Telaga Waja tidak dibatalkan melainkan hanya ditunda lantaran masih terkendala aktivitas Gunung Agung.

Kata dia, pembangunan Bendungan di beberapa wilayah Bali tetap akan dilakukan lantaran kebutuhan air bersih yang sangat tinggi dan potensi yang juga cukup besar. Adapun, Bali memiliki 391 Daerah Aliran Sungai (DAS). Dengan kondisi penduduk sebanyak 4,2 juta jiwa dan kebutuhan industri pariwisata, jumlah air yang dibutuhkan hanya 3,7 miliar kubik per tahun. Jumlah ini sudah termasuk kebutuhan irigasi maupun air minum termasuk di pemukiman padat yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan

Bendungan maupun longstorage menjadi solusi untuk memanfaatkan potensi ini. Saat ini ketersedian air bersih baru sebanyak 2.700 liter/detik dari total seharusnya 7.000 liter/detik. Sementara pada perhitungan 2037, defisit air bersih akan meningkat menjadi 20.000 liter/detik.

Sementara, pembatalan Bendungan Telaga Waja lantaran terkendala aktivitas Gunung Agung dan juga penolakan dari masyarakat. Kata dia, masyarakat yang berprofesi sebagai petani melakukan keberatan pada pembangunan bendungan karena akan menyulitkan irigasi ke 30 hektar sawah. Selain itu, 11 pengusaha rafting juga menolak karena pembangunan bendungan akan memotong arus arum jeram.

“Itu [penolakan masyarakat] memang urgent awalnya, namun sekarang yang paling urgent ya Gunung Agung ini masih sangat riskan untuk dibangun,” katanya, Kamis (19/4/2018).

Kata dia, semestinya Bendungan Telaga Waja masuk tahap lelang tahun ini. Hanya saja karena penolakan masyarakat, rekomendasi Amdal juga tidak keluar. Belum lagi karena masalah aktivitas Gunung Agung, menjadikan pihaknya menunda sementara pembangunan Bendungan Telaga Waja.

Walaupun pembangun Bendungan Telaga Waja ditunda, kini pihaknya sedang memfokuskan untuk menyelesaikan dua bendungan lain yakni Bendungan Sidan yang sudah masuk tahap pelelangan MAret 2018 lalu dan Bendungan Tamblang yang akan dilelang Agustus 2018 nanti. Dua bendungan ini ditarget selesai pada 2021.

“Jadi belum memungkinkan untuk dibangun [Bendungan Telaga Waja], kalau pun ditunda kita tahun ini mampu geser ke pembangunan Bendungan Sidan dan Tamblang, jadi kita majukan pelaksanaannya, saya terobati lah gagal di Telawa Waja tapi kita mempercepat di dua bendungan,” sebutnya.

Adapun Bendungan Telaga Waja berada di Karangasem dan ditarget untuk memasok air ke wilayah Denpasar, Badung, Gianyar dna Tabanan serta potensi listrik sbesar 1,5 MW.

Sementara, Bendungan Sidan yang berlokasi di Badung nantinya akan dapat memasok air baku ke wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan sebesar 1.700 liter per detik. Selain itu, akan memberikan manfaat tambahan berupa mampu menghasilkan listrik sebanyak 1,1 MW.

Bendungan Tamblang di Buleleng nantinya akan memiliki kapasitas tampung sebesar 7 juta kubik air. Bendungan ini akan dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk memasok wilayah Bali Utara dan Timur sebesat 410 liter per detik. Selain itu, bendungan ini juga akan dimanfaatkan untuk irigasi lahan pertanian seluas 600 hektar.

“Nah kita juga masih ada calon bendungan lain yakni Selat Kiri di Gianyar dan Selat Kanan di Badung serta Bendungan Sorga di Buleleng,” katanya.

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya