Kasmu.id Pertemukan Pendana dan Peminjam, Garap 300.000 UMKM

Oleh: Ema Sukarelawanto 17 April 2018 | 15:10 WIB
Ketua Kadin Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiratputra (kiri ke kanan) menyaksikan Dirut PT Kas Utama Digital Kadek Darma Susila dan Dirut PT BPR Karya Artha Sejahtera Rio Chiristian bertukar naskah nota kesepahaman seusai soft launching Iasmu.id di Denpasar, Selasa (17/6/2018). Kasmu.id adalah platform digital yang membeirkan layanan pinjam meminjam berbais teknologi informasi yang akan menggarap 300 ribu UMKM di Bali/Bisnis-Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, DENPASAR--PT Kas Utama Digital meluncurkan Kasmu.id, sebuah platform digital yang memberikan akses pendanaan yang mudah dan cepat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

Direktur Utama PT Kas Utama Digital Kadek Darma Susila mengatakan untuk tahap awal akan menyasar sekitar 300.000 UMKM yang berada di Bali, tapi tidak menutup kemungkinan dikembangkan secara nasional.

“Platform ini juga memberi kesempatan bagi para pemilik dana yng memiliki komitmen ikut memajukan UMKM melalui pembiayaan bersama atau ‘crowd funding’ di Kasmu.id,” katanya saat soft launching Kasmu.id, Selasa (17/4/2018).

Menurut Susila sektor perdagangan dan industri kreatif yang sangat potensial bakal digarap secara fokus, selain bidang usaha jasa dan kuliner yang selama ini belum bisa menjangkau pendanaan perbankan.

Kasmu.id memberikan layanan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi (‘peer to peer landing’) yang pertama di Bali dan mengacu Peraturan OJK. Ia menyebut Kasmu.id masih dalam proses registrasi ke OJK.

Hingga saat ini Kasmu.id yang dirintis 2 bulan lalu telah merangkul 957 investor dengan dana sekitar Rp5,5 miliar. Para investor dibebaskan menanamkan dana mulai dari Rp100.000. Sedangkan UMKM difasilitasi pinjaman Rp1 juta hingga Rp25 juta.

Ia menyebut investor bakal memperoleh imbal jasa yang menarik tergantung dari besar risiko usaha, begitu juga besaran bunga yang dikenakan kepada peminjam. Pendana dan peminjam bisa mendaftar dan melakukan simulasi di situs Kasmu.id.

Susila mengatakan Kasmu.id ingin menumbuhkan kebiasaan berinvestasi kepada siapa saja, termasuk kepada generasi muda yang mengawali bisnis (start up). Ini adalah salah satu upaya gotong royong untuk memajukan perekonomian dengan memerhatikan kearifan lokal dalam kerja sama mengembangkan usaha.

Ia menjelaskan tim Kasmu.id secara transparan akan melakukan analisis usaha yang akan atau telah dilakukan peminjam. Investor berhak memilih usaha mana yang akan didanai. Selanjutnya Kasmu.id melakukan bimbingan teknis dan pendampungan hingga usaha ini berjalan dengan baik.

Ketua Kadin Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra mengatakan dunia usaha perlu melakukan inovasi untuk mengakses dana dengan mudah dan cepat, apalagi bagi UMKM yang belum ‘bankable’.

“Kadin berharap Kasmu.id mampu menaikkan derajat UMKM sehingga dengan pembiayaan dan pendampingan yang dilakukan bisa mengakses pendanaan yang lebih besar untuk memajukan usahanya,” katanya seusai penandatanganan nota kesepahaman Kasmu.id dan Kadin Bali.

Direktur Utama PT BPR Karya Artha Sejahtera Rio Chiristian mengatakan siap menindaklanjuti referensi dari Kasmu.id jika terdapat pengajuan pendanaan di atas plafon Rp25 juta.

Kasmu.id juga menyediakan aplikasinya untuk melakukan edukasi kepada debitur BPR Kas dalam mengadopsi kemajuan teknologi digital untuk pengembangan usaha.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya