Kasus Rabies di Bali Menurun 55%

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 16 April 2018 | 17:05 WIB
Vaksinasi Rabies di Bali/Antara-Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR – Jumlah inveksi virus rabies di Bali pada 2017 mengalami penurunan hingga 55% dari tahun lalu yang sebanyak 206 kasus dan ditarget akan semakin kecil pada 2018.

Adapun pada 2015, jumlah inveksi birus rabies tercatat sebanyak 529 kasus yang artinya mengalami penurunan hingga 61% pada 2016 yang sebanyak 206 kasus.

Sementara, pada 2017 jumlah inveksi virus rabies yang tercatat yakni hanya sebanyak 92 kasus.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali Ni Made Sukerni pun manarget pada 2018 ini, jumlah inveksi tidak akan lebih dari 50 kasus.

Hal itu seiring dengan peningkatan vaksinasi dan pemantuan populasi anjing yang dilakukan terus menerus.

“Kita sudah mulai per tanggal 30 Maret 2018 kemarin kita mengadakan vaksinasi masal di 49 daerah di Bali,” katanya kepada Bisnis, Senin (16/4/2018).

Kata dia, penyebaran rabies ini juga menurun seiring dengan dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 524.3/9811/KKPP/Disnakkeswan tentang larangan menjual daging anjing.

Saat ini, wilayah Denpasar dinilai telah bersih dari lokasi-lokasi tempat berjualan daging anjing.

“Anjing kan bukan untuk kita makan dan bukan pangan,” katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya