Pilgub Bali 2018: Mantra-Kerta lebih Tajir dari Koster-Ace

Oleh: Feri Kristianto 16 April 2018 | 11:50 WIB
Pilgub Bali 2018: Mantra-Kerta lebih Tajir dari Koster-Ace
Bakal Calon (balon) Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta (kedua kiri) bersiap menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Kamis (11/1). Pasangan Bakal Calon Gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pencalonan Pilgub Bali 2018. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR—Pasangan calon gubernur dan wagub Bali IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta tercatat memiliki harta kekayaan paling banyak dibandingkan dengan paslon Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Berdasarkan data dari laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) yang diumumkan KPUD Bali, paslon Rai Mantra dan Sudikerta (Mantra-Kerta) memiliki kekayaan masing-masing senilai Rp43,8 miliar dan Rp25,7 miliar. Laporan aset kekayaan itu merupakan yang dilaporkan pada 5 januari dan 6 januari 2018.

Kekayaan Rai Mantra didominasi dalam bentuk tanah bangunan dari warisan orang tua senilai Rp36,9 miliar sisanya berupa kas dan setara kas Rp3,4 miliar, harta lain Rp3,5 miliar dan hutang Rp36,5 juta.

Rai Mantra sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil walikota Denpasar, kemudian menjadi wali kota Denpasar.  Dia merupakan anak mantan Gubernur Bali Ida Bagus Mantra. Sudikerta sebelumnya wabup Badung dan terakhir sebagai Wagub Bali.

Ada pun kekayaan Koster dan Cok Ace (Kbs-Ace) masing-masing senilai Rp6,9 miliar dan Rp28,3 miliar. Laporan kekayaan itu dilaporkan pada 15 Januari untuk Koster, dan Cok Ace pada 8 Januari 2018.

Koster sebelumnya merupakan anggota DPR RI dari PDIP ini tercatat sebagai kandidat dengan kekayaan paling rendah dibandingkan calon gubernur dan wagub. Adapun Cok Ace merupakan pengusaha pariwisata dan anggota dari Puri Ubud, Gianyar.

Baca juga: Pilgub Bali 2018 : Kedua Paslon sama-sama optimistis Raih Lebih 60% Suara

Ketua KPUD Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyatakan pihaknya tidak berkomentar lebih jauh dengan nilai kekayaan yang dimikili kandidat.

“KPU sifatnya membacakan tidak komentar lebih jauh karena proses verifikasi dilakukan oleh kewenangan KPK,” jelasnya hari ini, Senin (16/4/2018).

Raka Wiarsa mengatakan pihaknya hanya memfasilitasi pengumuman agar masyarakat luas khususnya yang akan memberikan suara mengetahui kekayaan calon. Laisson Officer Kbs Ace Nyoman Satria menyatakan total kekayaan itu sudah diverifikasi oleh KPK sehingga terpercaya.

“Memang segitu, itu yang sudah langsung di verifikasi KPK,” jelasnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya