KEK Mandalika Kantongi Pinjaman Rp1,5 Triliun

Oleh: Feri Kristianto 28 Maret 2018 | 21:37 WIB

Bisnis.com, LOMBOK TENGAH—Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika akan mendapat kucuran pendanaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia hingga Rp1,5 triliun untuk membangun infrastruktur dasar guna pengembangan kawasan.

Skema pembiayaan ini akan menjadi proyek percontohan dalam rangka mendorong pertumbuhan industri pariwisata khususnya pada 10 kawasan Bali Baru yang digagas oleh pemerintah.

Direktur Pelaksana LPEI Dwi Wahyudi mengatakan untuk mendatangkan investasi sebesar Rp45 Triliun di KEK Mandalika, itu diperlukan infrastruktur dasar senilai Rp4,5 triliun.

"Selain mendukung pembiayaan ekspor barang ke Afrika, kita juga mendukung pariwisata. Untuk tahap awal kita akan dukung proyek pembangunan infrastruktur dasar KEK Mandalika, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam menciptakan the next Bali," ujar Dwi dalam acara Seminar "Menggarap Peluang Ekspor Baru Bagi Indonesia" di kawasan KEK Mandalika, Lombok Tengah, Rabu (28/4/2018).

Pembiayaan ini dilakukan LPEI melalui program penugasan khusus pemerintah atau National Interest Account (NIA). Program ini dilakukan karena ketersediaan infrastruktur dasar merupakan bagian utama dan paling penting untuk bisa mendatangkan investasi yang lain ke dalam kawasan.

Salah satu alasan Mandalika dijadikan sebagai percontohan adalah kawasan ini dinilai yang paling siap dari 10 kawasan lain yang tengah digarap. LPEI memberikan skema investasi jangka panjang untuk Mandalika, sebab infrastruktur dasar termasuk investasi yang cukup lama pengembaliannya.

"Realisasi diharapkan pada smester I tahun ini. Sekarang kita sedang hitung kebutuhannya, mungkin sekitar Rp1 triliun sampai Rp1,5 triliun," ujar Dwi.

Seminar "Menggarap Peluang Ekspor Baru Bagi Indonesia" diselenggarakan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI untuk menggali peluang ekspor baru bagi Indonesia dalam mengantisipasi turunnya tren ekspor Indonesia ke sejumlah negara mitra ekspor tradisional menyusul menurunnya perekonomian di negara tujuan.

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, DJPPR Kemenkeu RI, Brahmantio Isdijoso mengatakan, seminar bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai arah kebijakan dan strategi yang dilakukan. Selain itu memaparkan secara jelas dukungan yang disediakan oleh pemerintah pusat guna menembus pasar ekspor non-tradisional seperti kawasan Afrika dan juga untuk mengembangkan potensi sektor pariwisata.

Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar RI, Artadi Saleh mengatakan, sektor jasa pariwisata diproyeksikan akan menjadi sumber devisa terbesar negara di tahun 2019 mendatang.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer mengatakan, peran pemerintah pusat dalam pembangunan kawasan Mandalika dinilai cukup besar untuk menarik investor yang akan masuk.

"Pengembangan kawasan Mandalika bisa menaikkan tingkat PRB sektor pariwisata. Diperkirakan pada tahun 2045 dengan pembangunan Mandalika bisa diperoleh sekitar Rp18,8 triliun. Sedangkan tanpa pembangunan Mandalika hanya sekitar RP11,4 triliun," ujarnya.

KEK Mandalika terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dalam kawasan. Sejumlah hotel juga tengah melakukan pembangunan di KEK Mandalika. Saat ini baru tersedia 102 kamar hotel di kawasan ini. Sebanyak tujuh hotel sudah masuk dalam tahap desain akhir dan pembangunan konstruksi dengan kapasitas 1.771 kamar. Sementara itu, sudah ada lima hotel lain yang sedang dalam tahap negosiasi yang rencananya akan membangun sebanyak 1.255 kamar.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya