Bantuan Kapal Ternak NTT Beroperasi Mei

Oleh: News Writer 28 Maret 2018 | 11:27 WIB
Bantuan Kapal Ternak NTT Beroperasi Mei
Tiga Kapal Pendukung Tol Laut bersandar di Pelabuhan Berlian Manyar Sejahtera di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Jumat (9/3)./Anatar-M Risyal Hidayat

Bisnis.com, KUPANG—Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dani Suhadi mengatakan tambahan bantuan kapal ternak dari pemerintah pusat untuk mendukung aktivtias pengiriman ternak akan beroperasi pada Mei 2018 mendatang.

"Dalam waktu dekat sekitar bulan Mei mendatang, bantuan kapal ternak KM Cemara yang dikelola di bawah Kementerian Perhubungan akan dioperasikan untuk NTT," kata Dani Suhadi di Kupang Rabu (28/3/2018).

Pemerintah provinsi berharap tambahan kapal ternak yang dibantu sebanyak dua unit, namun jika hanya satu unit kapal yang ditambah juga sangat membantu, kata Dani.

Saat ini, lanjutnya, aktivitas pengiriman sapi ke berbagai daerah tujuan masih mengandalkan dua kapal ternak yaitu kapal tol laut KM Cemara Nusantara dan kapal kargo.

Ia mencontohkan seperti pengiriman selama Januari hingga 23 Maret 2018 sebanyak 5.825 ekor sapi ke Samarinda Kalimantan Timur dan DKI Jakarta.

Selain itu, pengiriman sebanyak 825 ekor kuda yang dikirim ke Sulawesi Selatan dan Jawa Barat, serta kerbau lebih dari 200 ekor.

"Semua pengiriman ini masih dilayani kapal tol laut dua minggu sekali, sementara melalui kapal kargo dapat dilakukan setiap kali ada permintaan yang masuk," katanya.

Lebih lanjut, Dani mengatakan bantuan kapal ternak yang segera beroperasi akan sangat membantu aktivitas pengiriman ternak-ternak dari provinsi berbasiskan kepulauan itu.

"Karena kita harus melayani pengangkutan dari Pulau Sumba, maupun di Pulau Timor seperti dari Pelabuhan Wini Kabupaten Timor Tengah Utara dan Pelabuhan Atapupu Kabupaten Belu," katanya.

Khusus untuk pengiriman sapi, katanya, pemerintah setempat menargetkan dalam tahun 2018 mengirim sebanyak 69.950 ekor ke berbagai daerah tujuan terutama di Jawa dan Kalimantan.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya