Plafon Kredit Jamkrida Bali Naik 35,26% Menjadi Rp5,7 Triliun

Oleh: Feri Kristianto 27 Maret 2018 | 21:58 WIB
Plafon Kredit Jamkrida Bali Naik 35,26% Menjadi Rp5,7 Triliun
Jamkrida Bali Mandara./Ist

Bisnis.com, DENPASAR—Nilai plafon kredit yang dijamin PT Jamkrida Bali Mandara atau JBM pada 2017 mengalami kenaikan sebesar 35,26% menjadi Rp5,7 triliun dari tahun sebelumnya Rp3,69 triliun.

Dirut JBM I Ketut Widiana Karya mengungkapkan peningkatan signifikan tersebut karena bertambahnya partner yang diajak bekerja sama. Pada tahun lalu tercatat sebanyak 378 partner digandeng JBM yang terdiri dari 51 kantor BPD pusat hingga cabang, 1 Bank Andara Cabang Denpasar, 1 Bank Bukopin Cabang Denpasar, 1 PT Sarana Bali Ventura, 86 BPR, 57 Koperasi, 170 LPD, 10 BUMDes dan 1 Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir. Dengan jumlah nasabah terjamin sebanyak 42.229 orang.

Adapun pada tahun sebelumnya, JBM menggandeng sebanyak 260 partner usaha terdiri dari 51 kantor BPD, 1 Bank Andara, 70 BPR, 32 Koperasi, 102 LPD, 2 BUMDes, 1 Modal Ventura dan LPDB. Dari partner usaha tersebut jumlah nasabah pada 2016 sebanyak 56.962 terjamin.

“Pada tahun ke-7 berdirinya PT JBM tentu saja banyak tantangan dan perubahan yang dihadapi. Namun syukur, kerjasama dengan berbagai pihak hal tersebut dapat diatasi,” ujarnya usai Rapat umum pemegang saham di Denpasar, Selasa (27/3/2018).

Kenaikan plafon kredit tersebut ikut menopang kenaikan aset sebesar 10,78% menjadi Rp173,947 miliar dari sebelumnya Rp157 miliar. Sementara modal yang dimiliki senilai Rp 130,5 miliar dan laba yang dicatatkan mencapai Rp4,035 Miliar rupiah.

Widiana menegaskan pihaknya terus mendorong kenaikan penjaminan sektor produktif menjadi sebanyan59,59% dari total kredit yang dijamin.

Dia menekankan bahwa capaian tersebut menunjukkan bahwa kinerja salah satu jamkrida tertua di Indonesia ini cukup positif ditengah tantangan dan perubahan yang dihadapi.

Ditegaskan olehnya bahwa pada tahun lalu pihaknya mendapatkan suntikan modal senilai Rp500 juta yang berasal dari Pemkab Tabanan, Klungkung dan Buleleng. Pada saat ini Pemprov Bali tercatat sebagai pemilik saham terbesar dengan total setoran modal Rp120 Miliar sedangkan Rp10,075 miliar dari pemkab dan pemkot.

Direktur JBM I Ketut Indra Satya Dharma P. menuturkan jika dalam rangka meningkatkan performa perusahaan pada tahun 2018, PT JBM akan menerapkan beberapa rencana dan agenda kerja.

Dia menyatakan akan menggelar business gathering dengan perbankan, Koperasi dan LPD, serta melakukan maintenance dan pendekatan secara intens kepada rekanan perusahaan dalam bidang penjaminan kredit.

"Pada 2018 JBM akan memberikan pelayanan langsung kepada principal yang memerlukan jasa/produk Surety Bond dan Kontra Bank Garansi,” jelasnya.

Indra optimistis kinerja JBM dari tahun ketahun bisa terus meningkat. Dia mengatakan komitmen dan kepercayaan yang telah diberikan pemegang saham, ditunjukkan dengan meningkatnya dividen yang dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp1 miliar dari tahun lalu hanya Rp783 juta.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya