Asita Konfirmasi Maskapai China Setop Penerbangan Langsung ke Bali

Oleh: Feri Kristianto 13 Desember 2017 | 10:02 WIB
Asita Konfirmasi Maskapai China Setop Penerbangan Langsung ke Bali
Calon penumpang penerbangan internasional di bandara Ngurah Rai./JIBI

Bisnis.com, DENPASAR - Jumlah kunjungan wisman asal China ke Bali pada tahun ini diprediksi akan jauh dari target, karena hingga akhir Desember ini sejumlah maskapai dari China menghentikan rute langsung ke Pulau Dewata.

Komite China DPP Asita Candra Halim mengkonfirmasi bahwa sekitar 30 rute penerbangan langsung reguler dan charter dari kota-kota di China ke Bali setiap hari, sudah dihentikan sementara karena status travel ban yang dikeluarkan pemerintah China.

Diperkirakan rencana kedatangan wisman China ke Bali banyak dialihkan ke Thailand dan Malaysia.

“Adanya rute dari Hong Kong atau Taiwan, atau dari China tapi ke Jakarta dulu baru ke sini. Yang langsung ke sini sudah berhenti semua,” jelasnya di Denpasar, Selasa (12/12/2017).

Halim mengatakan penghentian tersebut menyebabkan tidak ada lagi suplai wisatawan China ke Bali. Selama ini China merupakan negara kontributor tertinggi kunjungan wisman ke daerah ini.

Jumlah kedatangan wisman China ke Bali pada periode Januari-Oktober 2017, mencapai 1,3 juta orang atau 26% dari total wisman ke Bali pada periode itu, 5,02 juta orang.

Menurutnya, maskapai asal China sudah menghentikan penerbangan ke Bali hingga Januari, dan belum diketahui apakah akan diperpanjang atau dipersingkat.

Keputusan itu diambil karena mengikuti kebijakan dari pemerintahnya yang menyarankan wisatawan untuk sementara tidak bepergian ke Bali karena Gunung Agung berstatus awas.

Candra mendorong agar pemerintah pusat dan Bali mendekati perwakilan China di Indonesia untuk membujuk agar menurunkan status travel ban.

Hanya dengan menarik surat larangan tersebut kedatangan wisatawan ke China bisa meningkat seperti semula.

Untuk merayu agar wisman dari negara tersebut tetap datang ke Bali, Asita melakukan sales mission ke Shanghai dan sejumlah kota lain.

Diharapkan upaya tersebut mampu mengajak wisman dari negara tersebut datang kembali ke Bali. Pihaknya juga mendorong Pemprov Bali dan pelaku pariwisata mengajak media dari China datang ke Bali guna memberikan gambaran kondisi sebenarnya di Pulau Dewata.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak pelaku pariwisata tidak fokus mengejar wisman dari China. Dia mengajak pelaku kembali membidik wisatawan andalan Bali seperti dari Eropa, Korsel, Jepang dan Australia.

“Sudah tidak bisa lagi fokus ke tamu China karena sistem negara mereka seperti itu, jadi mungkin perlu balik lagi ke tamu konvensional Jepang, Korea Selatan, Eropa dan Australia. Airline mungkin harus balik membidik rute-rute ke negara itu.”

Editor: Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkini Lainnya