Jum'at, 25 Juli 2014 RSS Feed ePaper Indonesia Business Daily

PEMILU 2014: Lima Kabupaten Di Bali Coblos Ulang

Lavinda   -   09 April 2014, 16:59 WIB

TERKAIT

Bisnis.com, DENPASAR--Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali terpaksa akan memungut suara ulang karena tertukarnya surat suara di sejumlah TPS di 5 kabupaten/kota. 

Ketua KPUD Bali Dewa Ketut Raka Sandi menyampaikan surat suara tertukar di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Denpasar, Buleleng, Gianyar, Badung, dan Karangasem.

"Laporan yang diterima sementara masih lisan dan bersifat kualitatif, jadi kami belum dapat angkanya. Ini berpotensi terjadi di semua wilayah kabupaten,"ujarnya, Rabu (9/4/2014).

Logistik yang tertukar ialah surat suara pemilihan anggota DPRD Provinsi. Peristiwa tertukar bervariasi, ada yang ketahuan sebelum dicoblos, sesudah dicoblos tetapi belum dimasukkan kotak suara, dan sudah dicoblos dan dimasukkan kotak suara. Dengan begitu, identifikasi surat suara cukup sulit dilakukan dalam waktu singkat.

Sekretaris KPU Kota Denpasar I Wayan Arya Arsana menambahkan, surat suara tertukar di 13 TPS di Kota Denpasar. Terdiri dari, delapan TPS di desa Sesetan, empat TPS Padang Sambian, dan satu TPS di Padang Sambian Kelod.

Berdasarkan Surat Edaran KPU No.275 pada 4 April 2014 disebutkan, jika ada surat suara yang tidak sesuai, seperti tertukar, maka pemungutan suara atau penghitungan harus segera dihentikan dan ditunda sampai ada penggantian dari KPU kabupaten/kota. 

Dalam ketentuan, pemungutan suara ulang wajib dilaksanakan maksimal 10 hari terhitung mulai hari H pemilu. Pihak yang berhak menentukan pelaksanaan tersebut ialah KPU kabupaten/kota. 

Dewa mengimbau kepada KPU kabupaten/kota untuk melakukan pemungutan suara ulang secara serentak di seluruh Bali.

Dengan waktu yang terbatas, KPUD akan segera menghimpun data, berkoordinasi, dan menyiapkan logistik sesuai dengan Peraturan KPU No.26 terkait tata cara pemungutan suara ulang.

Menurut dia, rekapitulasi jumlah surat suara yang tertukar akan dilaporkan paling lambat malam ini. Hal itu cukup rumit mengingat petugas KPU juga harus disibukkan dengan penghitungan suara. 

"Kami meminta KPU Kabupaten/kota untuk segera menginventarisir tertukarnya surat suara agar bisa ditindaklanjuti segera,"tegasnya.

Kenapa Tertukar?
Dewa menjelaskan mata rantai pengadaan surat suara semula berawal dari perintah KPU Pusat kepada perusahaan percetakan yang memenangkan tender untuk mencetak surat suara. Input data dan gambar calon anggota legislatif berasal dari masing-masing KPU kabupaten/kota.

Perusahaan percetakan kemudian langsung mengirim logistik ke KPU kabupaten/kota dan disortir oleh daerah. Kemungkinan terjadi kekeliruan saat di percetakan dan mendistribusikan logistik ke masing-masing daerah.

"Mungkin juga karena waktu yang singkat, jadi pengecekan kurang cermat dilakukan. KPU kabupaten/kota juga tidak punya gudang untuk menyortir jadi sulit,"ungkapnya.


Editor : Ema Sukarelawanto

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!

Komentar :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.